Mutiara Nasehat dari Dzurriyah Rasulullah

Mutiara Nasehat dari Dzurriyah Rasulullah
[Foto: Internet]

umdah.mudimesra.com - Berikut ini merupakan kutipan kata-kata nasehat dari golongan dzurriyah Rasulullah SAW. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua.

“Putra dari seorang guru tetap dianggap  guru dalam hal penghormatan, tetapi bukan dalam urusan ilmu atau ke-guru-an, itupun jika ia mengikuti jejak ayah nya, tetapi jika tidak, maka ia tak pantas dihormati” (Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki Al-Hasani)

“Seorang itu dikatakan alim jika ia mau belajar dari orang yang lebih tinggi ilmunya, sederajat ilmunya, dan bahkan kepada orang yang lebih rendah ilmunya. Inilah yang diajarkan oleh junjungan kita Nabi Muhammad SAW” (Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith)

“Hikmah ada dua biji mata yang yang Allah berikan kepada kita ialah satunya untuk melihat kebaikan orang lain dan satunya lagi untuk melihat keburukan diri sendiri” (Habib Umar bin Hafidh)

“Selama mata saya masih terbuka untuk melihat kemungkaran, maka selama itu saya tidak akan pernah tunduk pada kemungkaran ersebut.” (Habib Bahar bin Sumaith)

“Biarlah kita kehilangan sesuatu karena Allah, tapi jangan kita kehilangan Allah karena sesuatu” (Habib Syech Abdul Qadir As-Segaf)

“Janganlah engkau gunakan kefasihan bicaramu dihadapan ibumu yang dahulu mengajarimu berbicara” (Habib Ali Zaenal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri)

“Wanita itu sangat indah dengan sifat malunya, jika sifat itu sudah hilang, hilang pula keindahannya” (Habib  Ali  Zaenal Abidin Al-Hamid)

“Kesalahan terbesar adalah disaat dirimu bersalah dan mengetahui kesalahanmu, lalu dengan sengaja  engkau menyalahkan orang lain demi menyelamatkan diri sendiri” (Habib Ali Zaenal Abidin Al-Kaff)

“Diantara faedah bersiwak adalah mempermudah saat ruh dicabut dan mencegah bongkok” (Habib Salim bin Abdullah bin Umar Asy-syathiri)

“Lemah lembut adalh pedang cahaya yang lebih tajam dari pedang  besi. Pedang besi hanya merobek jantung dan membunuh, namun  pedang cahaya menembus jiwa dan merubah hati benci menjadi cinta” (Habib Mundzir bin Fuad Al-Musawa)

“Kita tidak mampu membuat diri kita tidak dibenci oleh siapapun, namun kita dapat berusaha untuk membuat diri kita tidak membenci kepada siapapun” (Habib Jindan bin Novel bin Salim bin JIndan)

“Seorang yang beribadah tanpa berlandaskan ilmu, akan banyak dosa dan bahaya yang dia hasilkan dari ibadahnya daripada pahala yang ia dapat” (Dr. Habib Segaf Baharun)

“Bershalawat 1000 kali itu sedikit, syitanlah yang membuat dirimu menyangka telah banyak. Perintah NAbi bukan bershalawatlah, tetapiper banyaklah shalawat” (Habib Musa Kadzim bin Ja’far As-Segaf)

“Jangan mengungkit-ungkit masa lalu seseorang. Husnudzan-lah, siapa tahu dia lebih cepat sampai kepada Allah SWT” (Habib Muhammad bin Anies Shahab)

“Tidak sedikit orang yang rela menghabiskan banyak biaya keliling dunia, pergi ke tempat wisata hnaya untuk mencari ketenangan dan kebahagiaan. Padahal kedua itu tempatnya di hati.” (Habib Quraisy Baharun) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru