Jazakallah Guru


Majalahumdah.com.Dulu sedang menghamba kita suka tertawa. Tiada hari tanpa Mengkerdilkan sesama. Merampas hak dari orang yang semestinya. Dulu keburukan adalah kemegahan dan kebanggaan dan kebaikan adalah kepengecutan atau kemunafikan.

Lalu Allah berikan kita seorang Guru.
Dia memanggil kita lalu memperkenalkan Bagaimana yang semestinya. Yang Semestinya dihadapkan yang Kuasa dan manusia. 

Tidur panjang berselimut kejahatan dan kejahilan. Pengajaran yang juga tdk semudah membalikkan telapak tangan karena kita datang dengan jiwa arogan. Sekarang mulai pudar berkat tangan dingin, kedewasaan dan kehalusan darinya.
Jazakallah Guru.
Man lam yasykurinnâs lam yasykurillâh.
Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia tidak bersyukur kepada Allah. Allah tidak menghadirkan ilmu dgn langsung kpd manusia biasa melainkan ada perantara.

Kesadaran bahwa jiwa tidak stegar Ali RA yang siap dengan nyawanya menggantikan Nabi. Kita juga tidak setazim Hasan Basri kepada Aisyah RA. Tidak sekhidmat Imam Syafi'i kepada imam Waki'. Namun setidaknya perjuangan supaya teguh belakang² shaf mereka akan kami lakukan.

Terimakasih !! Ini adalah hal yang paling sederhana dari lisan yang bisa di dengarkan. Mengambil hikmah dari arahan dan pengajaran, wasiat dan nasihat. Kami sangat yakin Tuhan akan menghapus segera kekeliruan. Menjawab segala do'a do'a yang dipanjatkan. Mendamaikan untuk setiap hati dan hari kadang ketakutan.

Tiada perpisahan terhebat kecuali perpisahan lewat doa.
"Guru.. Alifmu telah mengantarkanku mengenal Sang Maha Guru"

riz.ar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Mutiara Nasehat dari Dzurriyah Rasulullah