Wanita Itu Perasa



Untuk wanita ditebalkan lagi hatinya..
Jangan mudah goyah hanya karena dikeppokan.
Jangan terbuai hanya karena perkatakan..
Teguhlah dalam pendirian jangan hanya karena janji kau bisa sakit hati..

Sepeka pekanya hatimu kalau untuk memiliki tentang rasa dan cinta pasti ada kalanya salah..
Kenapa ?
Karena wanita itu sensitif banget,bangetnya kebangetan dikit-dikit cemburuan,dikit-dikit salah paham,dikit-dikit ngambekkan,dan parahnya lagi dikit-dikit baperan..
Memang ribet gitu yah cukup susah dimengerti..
Tapi inilah dan ini adalah bentuk rasa terindah seorang wanita yang diberi oleh Rabb_Nya..

Kalau gak ada itu semua apa jadinya ?
Uwalah bisa-bisa kesannya kurang ending..
Karena apa karena disisi ini lah ada sebuah arti sosok lemah dan kuat,perhatian dan kesakitan yang wanita rasakan..

Tapi di balik hati yang lemah..
Jangan sampai lemah hanya karena perkataan,atau lagi gombalan,perhatian dikit dikira ada perasaan..
Keppokan dikit dikira ada apaan?

Lalu bagaimana mengatasinya ?
Acuhkan saja diami saja..
Mau dia komen gombal,mau chat modus,mau perhatian,keppokan,beri love distatusmu..
Itu haknya itu sesuka dia tugas kita hanya lihat diami,bila baik kita respon dalam keagaman bila tak baik yah tinggalkan..
Simple bukan..

Jangan baperan..
Hanya karena beberapa faktor keanehan yang dia berikan..
Karena kalau suda sakit hati,kita yang rasakan,kita yang lalui dan bukan main sakitnya tapi luar biasa..
Mau nuduh dia ?
Gak bakal bisalah sayang orang gih kamu yang baperan jadikan susah mau kendalikan..

Kuncinya cuma satu..
Jangan kepedean,jangan keger'an dan terus berjalan jangan pedulikan,karena yang benar mencintaimu,menyayangimu,tak akan memperlakukanmu seperti itu sebelum akad diselesaikan..
Tak akan temui dan datangi sosial mediamu..
Datang hanya minta no orang tua meminta kamu menjadi istrinya..
Lain baperkan kamu disosial media lalu hilang tanggung jawabnya..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru