Sebab Buta Hati menurut Imam Abul Hasan al Syadzili


MajalahUmdah.comDari segala anggota badan manusia ada satu daging yang sangat menentukan kualitas diri manusia itu, dia bagaikan raja yang akan mengkomando seluruh jasad perihat apa yang akan dilakukan. Mulut berbicara sesuai kehendak dia. Tangan berkerja sesuai kehendak dia. Kaki melangkah sesuai kehendak dia. Iya dia adalah hati. Bila hati seseorang bersih maka segala perbuatannya agan menuai pundi amal bagi yang empunya hati di akhirat bahkan kebaikan dari hati yang baik akan selalu diharapkan dilingkungan masyarakat.

Namun siapa sangka bila hati itu buta, apa yang bisa diharapakan darinya. Kejahatan demi kajahatan akan menghiasi tindak tanduk seseorang yang hatinya buta. Lebih parahnya Allah tidak memandang seseorang dari jasad nya cantik dan gantengnya jasad. Kaya atau miskin harta seseorang namun Allah fokus menilai hambanya kepada hati mereka.


Pada tulisan singkat ini pena menukil pekataan Al Imam Abul Hasan al Syadzili tentang tiga perkara sebagai tanda orang yang hatinya telah buta :

 إرسال الجوارح في معاصي الله
 (Mengumbar anggota badan dalam kemaksiatan)
Badan adalah amanah Allah, bagaimanapun bentuknya. Badan akan diminta pertanggung jawabannya dimajlis yang tidak ada kecurangan disana. Yaumul Hisab. Mata, kaki, tangan, bahkan hati sendirinya bersaksi tentang apa yang telah diperbuat didunia. Kemana dia dilangkah apa yang telah dipegang. Disana metahari serasa sejengkal, disana tiada manfaat harta yang ada didunia, kita yang saat mengambil hak orang lain kelak pada yaumul hisab kita akan sibuk mencari siapa pemilik yang sebenarnya, dan saat pemilik itu kita temukan dia akan bilang bahwa dia tidak membutuhkannya.


والطمع في خلق الله 
(Tamak terhadap makhluk Allah)
Tamak adalah sifat hati yang tidak nampak namun sangat memalukan jika dia dhahi dan diketahui oleh orang lain. Tamak adalah perasan yang yang tidak pernah puas dengan ap[a yang telah diperolah, sifat ini juga yang kemudian mewarisi seseorang untuk mengambil yang bukan haknya, mengejar jawabatan dengan cara yang tidak wajar, sikap tamak juga membuat seseorang akan hina, adapun lawan dari tamak adalah qanaah.


والتصنع بطاعة الله
Berpura-pura dalam ketaatan kepada Allah.
Sikap berpura pura dalam taatan digambarkan dengan rasa semangat ibadah dalam kraiyan dan malas ketika tidak ada orang yang melihat. Allah maha tau, Dia menilai hamba bukan dengan tindak tanduk secara lahiriyah, namun pusat yang dipandang oleh Allah adalah hati yang salam dan bersih dari embel embel makhluk. Berpura pura dengan ketaan sangat berbaya selain tidak ada pahala disisi Allah dari apa yang telah dikerjakan, amal amal itu akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri karena ini menjadi sebuah maksiat yang berkesimbungan. Semakin beramal semakin buta hati.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru