Kontekstualisasi Turast di Era Modern



Majalahumdah.com Di antara keunggulan turats (kitab kuning) yang merupakan khazanah intelektual warisan para ulama terdahulu adalah karya mereka tetap relevan untuk menjawab problematika umat dalam konteks kekinian. Hal ini disebabkan kajian fikih yang diurai dalam karya mereka tidak hanya terbatas pada fiqh waqi'iy atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi, namun juga meliputi fiqh iftiradhi (fiqh prediktif) atau biasa dikenal "surah teukeudi" untuk memberikan solusi hukum kepada kasus-kasus yang kemungkinan sewaktu-waktu akan terjadi, walau kemungkinan itu masih terlalu jauh.

Sebagai contoh, Syaikh Abdullah bin Hijazi bin Ibrahim As-Syafi'i Al-Azhari atau sering dikenal dengan Imam Syarqawi, beliau lahir pada tahun 1150 H dan wafat pada hari Kamis, 2 Syawwal 1227 H atau bertepatan dengan 8 oktober 1812 M.

Dalam hasyiah (elaborasi) atas kitab Tuhfat at-Thullab karya Syaikh Zakaria Al-Anshari, beliau memberikan ulasan terkait hukum wuquf di udara Arafah. Beliau menjelaskan, "Wuquf bisa di mana saja dalam area Arafah, walau menyelam dalam air atau berada di atas kendaraan, bahkan berwuquf sambil kendaraan lebih utama. Hal ini berbeda jikalau seseorang mengendarai burung dan terbang di atas udara Arafah, maka tidak sah sebagai wuquf, karena udara Arafah tidak dinilai sebagai Arafah....dst."

Imam Syarqawi meninggal pada tahun 1812 M, sementara pesawat terbang baru pertama sekali ditemukan dan diluncurkan oleh Wright bersaudara pada tahun 1903 M. Barangkali saat itu kasus yang diulas Imam Syarqawi terkesan lucu, namun seiring dengan perkembangan zaman dan melihat pelaksanaan haji sekarang di mana ada landasan khusus untuk helikopter di atas bangunan jamarat untuk para Sulthan atau kepala negara, bisa saja dibutuhkan jawaban hukum apakah sah wuquf dengan melintasi bumi Arafah di udaranya saja tanpa mendaratkan helikopter? Jawabannya tidak sah.

Inilah kurang lebih apa perlunya fiqh iftiradhi dalam kitab-kitab kuning, antara lain adalah agar kitab kuning ini selalu relevan untuk menjawab problematika umat seiring dengan perkembangan zaman.

Penulis : Tgk Muhammad Iqbal Jalil



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru