Fana Dalam Kegelapan



Deratan air mata bermakna ketulusan
Memancar dari lubuk hati yang paling dalam
Kutermenung sepi menghayati kehidupan
Terpaku bisu dibawah lembutnya cahaya rembulan

Sapaan angin malam yang kian mengerogoti
Mencoba memaksaku untuk mengurai mimpi
Mimpi yang telah membawaku kemari
Mimpi yang juga telah membunuhku saat ini

Kudengar suar suara penyemangat ditengah kelamnya malam
Diantara heingnya kabut malam yang bersemayam
Aku terdiam terpana pada luka lama
Merasakan rintihan hati yang merana

Katakan wahai bulan...
Kemana aku harus melangkah
Kemana sepi ini akan ku bawa
Pada siapakah aku harus bercerita

Bahtera jiwaku karam dalam kesunyian malam
Nahkoda kehidupanku terdampar dipulau tak bernama
Bekal harapanku telah habis diluluh lantakan oleh kenangan
Namun aku masih bisa berdiri tegar menatap angin malam

Kerinduantakan mampu melamahkanku
Kesakitanpuntak mampu melumpuhkanku
Berjam jam kelepaskan hasrat dalam kehendak tuhan
Namun tak seorangpun kulihat yang berdiri kokoh dalam kegelapan

Penulis : Tgk Khairudin



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru