Butiran kasih Ibu


 Majalahumdah.comDi sebuah kota ada sepasang suami istri
dimana sang istri baru saja melahirkan, dan seorang istri tersebut yang baru melahirkan dengan penuh kebahagiaan bertanya kepada dokter tentang bayinya.
"Dok, bisakah saya melihat bayi saya?"
Sang dokter pun menjawab
"Iya bu, bisa"
sang dokterpun memberikan bayi tersebut kepada sang ibu dari anak tersebut.


Ketika gedongan bayi itu berpindah ke tangan sang ibu, sang ibu pun dengan pelan membuka selimut yang membungkus wajah sang bayi
bayi laki-laki yang sangat lucu, sang ibu menarik nafasnya dan tersenyum ketika melihat wajah sang bayi laki-lakinya itu.
Dan sang ketika sang ibu membuka semua selimut yang membungkus wajah sang bayi, ibu itu menahan nafas.


Dokter yang membantu persalinannya itu pun berbalik menghadap keluar jendela.
Bayi itu terlahir tanpa kedua buah telinga.
Waktu demi waktu berlalu, hingga bayi itu tumbuh
waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi tersebut yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna.
hanya saja penampilan pada anak itu tampaknya aneh.
pada suatu ketika setelah anak laki-laki itu pulang dari sekolah
dengan menundukkan kepalanya lalu dia pergi kepelukan sang ibu yang sedang menangis.


dia tahu bahwa hidup anak laki-lakinya itu penuh dengan penderitaan dan kekecewaan.

anaknya berkata kepada ibunya sambil menangis
"Ma, seorang anak laki-laki disekolahku mengejeku, ia berkata saya ini orang yang aneh"
Ibunya pun berkata
"Nak, kamu orang yang sangat tampan bukan orang yang aneh"

waktu demi waktu berlalu.

Dan anak laki-laki itu pun tumbuh menjadi dewasa
Ia terlihat menawan dengan kondisi fisiknya yang seperti itu
Ia pun disukai teman-teman sekolahnya karena kebaikan pada dirinya.
Dan ia juga mengembangkan bakatnya dibidang sastra menulis dan berbaik musik.


Ia berteman baik dengan teman-teman sekelasnya.

Suatu saat dalam hati sang ibu merasa kasihan kepada putranya itu
dan suatu hari sang ayah bertemu dengan dokter yang bisa melakukan pencangkokan telinga untuk putranya.
dan dokter itu berkata,
"saya percaya saya pasti bisa memindahkan sepasang telinga itu untuknya, tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan untuknya."

Kemudian kedua orang tua anak itu mulai mencari siapa yang bersedia mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya untuk putranya itu.

Hari demi hari berlalu
sang anak mulai bertanya kepada ibunya
"Ma, kenapa mama memanjangkan rambut mama, bukannya terlihat indah jika rambut mama pendek seperti biasanya."


sang ibupun menjawab
"mama ingin sesekali memanjangkan rambut mama supaya tampil beda nak"

Beberapa bulan berlalu dan tibalah mereka memanggil putranya
sang ayah berkata kepada putranya
"nak, seseorang yang tidak ingin di sebutkan namanya dan tidak ingin dikenal bersedia mendonorkan telinganya kepadamu,
kami harus segera membawamu kerumah sakit untuk melakukan operasi."

Operasi yang dilakukan pun berjalan dengan lancar
seorang anak laki-laki yang terlahir kembali
bakat yang ia punya menjadi sebuah kejeniusan yang luar biasa.


Setelah melakukan operasi tersebut, sang ibu pun jatuh sakit
sakit yang tidak di ketahui dokter, sang ibu tidak bisa berbicara

hari demi hari dilewati oleh keluarga tersebut
dan sang anak bertumbuh dengan baik dengan bakat-bakatnya itu
Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.


Beberapa waktu kemudian ia pun bekerja sebagai seorang diplomat.

suatu ketika ia menemui ayahnya dan bertanya
"Pa, saya harus mengetahui siapa yang telah bersedia mendonorkan sepasang telinganya untukku.
orang tersebut telah berbuat hal yang luar biasa untuk saya, dan saya sekalipun belum bisa membalas kebaikannya."


Ayahnya menjawab
"Papa yakin kamu tak akan bisa menbalas kebaikan orang yang telah mendonorkan telinganya untukmu"
ayahnya diam sejenak dan kembali berkata
" Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagi kamu untuk mengetahui semua rahasia ini."

Tahun berganti tahun, kedua orang tua itu tetap menyimpan rahasia
hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu.
dimana sang ibu meninggal dunia karna sakit yang di deritanya.


dan di hari itu sang ayah dan anak itu berdiri di tepi jenazah sang ibu yang baru saja meninggal
Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.


sang anak pun terkejut dan menangis.

sang ayah berbisik kepada anaknya
"Mama kamu pernah berkata bahwa ia mulai senang memanjangkan rambutnya. dan tak seorangpun yang menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?."


tahun demi tahun terlewati setelah kepergian sang ibu
putranya pun menikah dan menjadi seseorang yang sukses berkat pengorbanan sang ibu.


Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam batin. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat.
Cinta yang sejati tidak terletak pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.


Penulis : Akha Rds

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru