Asal Mula Penyembahan Berhala dalam Peradaban Manusia



Majalahumdah.comSetelah wafat Habil, putra Nabi Adam AS, Allah mengkaruniainya Nabi Syits AS. Kemudian Nabi Syits diberikan 10 Shuhuf oleh Allah dan menjadi khalifah bagi semua cucu Adam. Nabi Syits memiliki 10 anak yang bernama Arpus. Lalu dia wafat pada usia 1000 tahun. Kekhalifahan dipegang oleh anakya Arpus, dia menjadi khalifah yang adil dan memiliki anak lelaki yang bernama Kifyan, dia juga sama seperti ayahnya memegang amanah dengan adil. Kifyan memiliki seorang anak yang bernama Mahlil, ia memiliki paras yang tampan, mempesona diibaratkan pada saat dia dalam khalayak ramai tida satu matapun yang berkedip ketika melihatnya, dia juga dimuliakan dalam agamanya.

Waktu terus berjalan Mahlil menghembuskan nafa terakhir dan meninggalkan seorang anak yang bernama Barsubardu ada yang mengatakan namanya adalah Abarin. Setelah mahlil dikebumikan kemudian datang ornag dari segala penjuru alasan kedatangan mereka adalah mereka ingin melihat Mahlil, rupa mahlil namun sayang Mahlil telah tiada. Mereka pun pulang dengan rasa kecewa didada, sedih tiba tiba datang iblis kepada anak Mahlil dan berkata “ Jika kamu ingin kebesaran ayahmu tetap kekal dan seluruh anak cucumu masih dapat melihatnya, serta tidak putus asa manusia yang ingin melihahatnya maka buatlah suatu entuk rupa yang  mirip dengannya (patung), tempatkan dia didalam rumahmu pakaikan dia pakaian yang bagus dan gantungkan tabir dihadapan rupanya dan buatlah langit langit supaya datang manusia dan dapat melihat rupa Mahlil dan terimalah segala pemberian mereka”.

Maka anak Mahlil pun membangun patung sebagaimana yang diintruksikan oleh bisikan Iblis dan siapa saja yang dtang akan melihat rupanya , waktu demi waktupun berlalu suatu hari Iblis datang lagi dengan segala tipu dayanya dia berkata “ Aku memberi wirit kepadamu sembahlah rupa Mahlil” maka mereka kemudian menyembah rupa Mahlil . Seiring waktu semakin banyak ornag yang datang kepada patung Mahlil kemudian mereka datang untuk beremu dengan raja negeri tersebut, kemudian rakyat anak Mahlil mengatakan bahwa raja sedang menembah, sehingga populerlah dikalangan masyarakat manusia menyembah patung atau berhala.

Mahli juga memiliki anak yang sholeh, taat beragama. Dia bernama Ihraj atau lebih dikenal dengan Nabi Idris AS.



Referensi : Qishahul Ambiya hal 30-31

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Mutiara Nasehat dari Dzurriyah Rasulullah