Ulama Rabbani Yang Sangat Istiqamah Dalam Menagajar


Jika kita menapak tilas perjalanan para ulama, sudah barang tentu beragam sisi menarik kita akan temui. Selanjutnya, kita akan menyadari bahwa kehadiran mereka ke pelataran kehidupan bukanlah hal yang kebetulan, melainkan semua berjalan atas rencana Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah telah ridha terhadap mereka dan mereka ridha terhadap Allah (radhiyallahu ‘anhum wa radhu ‘anhu), bukan tanpa alasan. Sebab, mereka telah mempersembahkan yang terbaik, memberikan yang termahal dari apa yang mereka miliki dalam rangka menghidupkan agama Allah. Sehingga, siapa pun yang pernah berinteraksi dengan mereka, akan kecipratan manfaat, layaknya penjual minyak wangi, siapa pun yang mendekat akan menghirup aromanya.
Namun, seiring dengan perjalanan waktu, potret ulama seperti mereka sangat sulit dicari padanannya. Bahkan, yang ada adalah mengguritanya ulama-ulama jahat (ulama su’), penjilat dan perpanjangan tangan dari penguasa zhalim, sekuler, liberal, yang lebih condong mencicipi materi ketimbang manisnya berdakwah atas dasar keikhlasan.
Abon Abdul Aziz Samalanga Rahimahullah merupakan salah seorang ulama kharismatik yang sangat disegani dan memiliki teladan-teladan yang mulia, mulai dari kecintaan mendalam pada ilmu pengetahuan sampai dalam belajar dan mengajar ilmu agama.
Disamping itu beliau juga dikenal sosok yang sangat istiqamah dan disiplin dalam mengajar, bahkan dalam segala kondisi apapun dan keadaan bagaimanapun, hal ini terbukti tatkala beliau menderita sakit, beliau masih saja istiqamah untuk memberikan pengajian dan mendidik muridnya, meski harus dipapah oleh para santri.
Bagaimana sosok seorang Abon Abdul Aziz dimata penulis ?
1. Beliau Lahir dari keluarga ulama
2. Semenjak kecil beliau dalam tarbiyyah orang tuanya
3. Umur 18 tahun, Beliau sudah mengajar kitab mahalli syarh matan minhaj (syarah matan minhaj yg sangat sukar memahaminya).
4. lebih kurang selama dua tahun beliau belajar sama Tgk. Haji Hanafiah (Teungku Abi) dan 7 tahun belajar dengan abuya Muhammad Muda Waly Al Khalidy Rahimahullah, kedua duanya merupakan ulama besar yang ada di bumi serambi makkah pada saat itu.
5. Ada 200 cabang dayah yang tersebar ke seluruh pelosok daerah, baik dalam negeri maupun dalam negeri (yang terdata)
6. Hubb Ilm ( adanya rasa cinta yang sangat mendalam terhadap keilmuan)
7. Himmah Aly, (memiliki himmah yang sangat tinggi) hal ini dibuktikan ratusan ulama dan dayah lahir dari tangannya.
8. Mendapat gelar Al Mantiqy dari gurunya sendiri
9. Ahli Munadzharah ( Ahli debat )
10. Keikhlasan yang sangat tinggi, setiap minggu beliau mengayuh sepedanya dari kota samalanga ke jeunib (± 25 Km ) demi menyebar ilmu Allah ditanah kelahirannya.
11. Mampu menguasai ilmu Ma`qul dan Manqul
12. Mampu mencetak ulama ulama besar
13. Tegas dan disiplin dalam menjalani roda kepemimpinan
14. Beliau sangat menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jamaah, hal ini dibuktikan beliau pernah memberi dukungan kepada partai PERTI atas dasar partai tersebut berlatar belakang faham ahlussunnah waljama‘ah.
15. Tidak terpengaruh dengan material
16. Memiliki sifat Istiqamah, banyak sekali kisah kisah beliau yang membuktikan beliau seorang ahli istiqamah dimasa kehidupannya.
17. Dan banyak sekali hikmah hikmah yang bisa dipetik dari sosok seorang Abon Abdul Aziz Rahimahullah.
Diakhir tulisan ini, saya ingin mengutip sebuah bait syair yang sangat indah, sarat dengan maknanya, pernah diucap oleh imam Syafi`I Rahimahullah, didalam kitab diwannya :
قد مات قوم وما ماتت مكارمهم # وعاش قوم وهم في الناس أموات
Telah mati suatu Kaum namun Kebaikan dan Kemuliaan mereka tidak pernah mati dan banyak orang hidup diantara manusia padahal hakikatnya mereka telah mati.
تغمد الله الفقيد برحمته الواسعة وأسكنه فسيح جناته
الفاتحة الى حضرة النبي المصطفى وآله وصحبه أجمعين
ووالدينا ووالديكم وأمواتنا وأموتكم وأموات المسلين الجميع وخصوصا إلى روح شيخنا عبد العزيز بن محمد صالح رحمه الله أن الله يعلي درجاتهم في الجنة و يضاعف حسناتهم ويكسر مثوباتهم ويعيد علينا من بركاتهم و أنوارهم و أسرارهم و علومهم في الدرين أمين.

Penulis : Al Faqir Al Farabi M. Hatta


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru