Siapakah yang Terbodoh dan Terpandai Menurut Pandangan Fiqih?

Siapakah yang Terbodoh dan Terpandai Menurut Pandangan Fiqih?



Dalam kitab fiqih Kifayatul Akhyar pada Bab Wasiat pada persoalan penyerahan wasiat kepada orang2 tertentu yang keberadaannya sangat susah ditemukan.

Misalkan seorng berwasiat hartanya disesarhkan untuk orang yang terpandai di dunia.

Maka Jawabannya imam Syafi'i : " Diserahkan kepada orang yang paling zuhud ( karena mereka tau bahwa berlebihan itu tidak baik, dan mereka mampu untuk tidak melakukannya krn kemauan nafsu itu membahayakan. Sepandai2 manusia adalah yang mampu mengontrol nafsunya ).

Jika seorang berwasiat hartanya akan diserahkan kepada orang yang paling bodoh. siapakah orang itu ?
Jawabannya menurut imam Rauyany : " Penyembah berhala (1)( menurut orang islam menyembah sesuatu yang diciptakan oleh dirinya sendiri adalah kebodohan, termasuk mentuhankan hawa nafsu artinya Apa saja kehendak nafsu langsung dituruti tanpa pikir2 ).

Jika yang dimaksudkan orang bodoh adalah orang islam.
Jawabannya : " Orang2 yang mencacimaki sahabat nabi Radhialllahu ta'aala ( bodohnya karena dibodohi oleh ketidak percayaan kepada sahabat nabi dan meyakini Saidina Ali dan Husen lebih hebat dari segala2nya dan juga memuliakan orang kafir yang telah membunuh sahabat nabi ).

Kata imam Mutawaly : " diserahkannya kepada Syiah Imamiah atau kepada siapa saja yang menyakini Allah berbentuk ( iqtiqad mujasimah menyamakan tuhan dengan makhluk seperti mengatakan Allah bertngan, berkaki dll ).

Kata imam Nawawy : " diserahkannya kepada pelaku dosa besar ".

Kata Syekh imam taqiyuddin : "Harta itu diberikan pada ulama yang membela penguasa zhalim ( karena ulama ini mendukung keputusan penguasa atas hukum2 yang tidak sesuai dengan agama seolah2 beliau jahil/bodoh terhadap hukum islam ).

(1) Maaf bukan maksud menghina agama tertentu tapi ini penilain dari agama islam. Karena islam melarang umatnya menyembah selain Allah Taala, jika ini terjadi maka dia adalah orang bodoh.
Seperti sahabat nabi saidina Usman sebelum islam semasa jahiliyah banyak melakukan amalan kebaikan namun menurut islam kebaikannya itu adalah kesalahan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru