Deen Assalam



MajalahUmdah.com Islam adalah kesejahteraan, demikianlah makna Islam secara bahasa, pohon kesejahteraan tidak akan menumbuhkan kecuali buah buah kedamaian, Islam agama yang mengajarkan dan menampilkan kedamaian dimana saja sekalipun ditempat yang paling yang tingkat kriminalitasnya paling hebat sekalipun. Allah menciptakan bumi berikut isinya, dan menciptakan manusia sebagai khalifah dan konsep hidupnya, maka posisi Islam disinilah yang disubut sebagai pendamai, penyelamat, penyejahtera bagi seluruh alam, rahmmatan lil alamin.

Konsep hidup itu layaknya panduan dari pabrik sebuah mancis, agar mancis yang disusun dengan komponen yang sederhana namun optimal saat dipakai dan tidak mudah rusak, maka pabrik memberitahu bahwa mancis tidak boleh dibanting, terkena air atau lainya, demikian dengan alam jagat raya , komposisi yang begitu rumit, aturan galaksyi, pergantian siang dan malam, tumbuhan, binatang, dan apalagi manusia yang memiliki susunan tubuh yang begitu rumit sudah barang tentu aturan yang harus diterapkan benar benar menyelamatkan dan  salam. nah disinialh fungsi Islam sebagai Din beserta Alquran yang membawa "Salam" .

Kedudukan Islam yang salam tidak ada lagi keraguan didalamnya, sejak dia dilegalkan oleh Allah maka Allah juga yang menjamin semuanya, semua tentang kebaikan didalamnya, semua kebaikan kepada yang mau menerimanya atau tidak, semua fadilah fadilah bagi siapa saja yang menggenggam ÷slam itu, dan semua yang akan tidak damai dan salam bagi yang meyepelekannya.

Jika eropa hari ini terlihat vokal mendemostrasikan menjaga dan tidak menyakiti binatang, dan go green (penghijauan) maka Islam lewat sang Rasul SAW telah berpesan terkait masalah ini 14 abad yang lalu, diketika Rasullulah bernafas dari oksegen pepohonan tanah mekah, saat senyum Rasulullah adalah kegembiraan yang paling hebat bagi para kekasihnya, dan marah Rasulullah adalah ketakutan yang membuat hati para sahabat tidak pernah merasa salam. Rasulullah sang pelita semesta bersabda :

 “Pada setiap sedekah terhadap mahluk yang memiliki hati (jantung) yang basah (hidup) akan dapatkan pahala kebaikan. Seorang muslim yang menanam tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang kemudian dimakan oleh burung-burung, manusia, atau binatang, maka baginya sebagai sedekah.” (Bukhari dan Muslim)

Bahkan bukan hanya itu saja yang diajarkan dalam Islam, contoh lain Umat islam dilarang membuang air kecil digenangan air yang tidak menglir, dilubang lubang tanah supaya bintang yang ada tempat itu tidak terganggu.
Deen Assalam juga mengajak umat manusia untuk senantiasa rapi berpaiakain lagi harum saat berada dalam keramaian, misalnya saat seorang laki laki pergi jamaah jumat maka disunannahkan baginya untuk mandi, memakai farfum agar bau badannya tidak menggu orang lain.

Islam juga mengajak untuk tidak membuang sampah pada tempatnya, miris melihat fenomena yang terjadi disebuah negara yang bermayoriskan Islam, kecil kesadaran membuang sampah sampai mengundang banjir, implementasi nilai dari pada pesan Rasulullah " Bersih bagian dari iman " belum mendarah daging ditempat kita.

Deen asslam sejak awal telah dipraktikan oleh baginda Rasullah SAW salah satunya adalah pristiwa Fathul Makkah, Rasulullah masuk ketanah kelahirannya dengan salam dalam artian tidak ada satupun diantara orang kafir yang disakiti apalagi dibunuh, membuat hati mereka tentang denagn gerak gerik dan ucapnya, menebar senyum, padahal saat itu Rasullah adalah satu satunya yang berkuasa atas mereka, Rasulullah tidak membelas dendam kepada mereka yang telah melupakan kebaikan Al Amin saat mereka menitipkan barang barang mereka kepada Rasul, mereka mengusir, mencoba membunuh semalam sebelelum kaki mulia itu berjijrah kemadinah,  membuat lapar para sahabat yang Rasul cintai, yang telah membunuh sabahabat sabahatnya bahkan Rasullulah sendiri yang menjamin rasa aman bagi dengan berkata : “Aku sampaikan kepada kalian sebagaimana perkataan Yusuf kepada saudaranya: ‘Pada hari ini tidak ada cercaan atas kalian. Allah mengampuni kalian. Dia Maha penyayang.’ Pergilah kalian! Sesungguhnya kalian telah bebas!”

Deen Assalam semakin jelas dengan Makasidu Asyariah, menjaga Agama ,Jiwa, harta, akal, keturunan.Islam melarang manusia memakai obat obat terlarang, merusak saraf kemudian obat tersebut meruntuhkan rasa hormat dan sayang antar ibu dan anak, guru dan murid yang sedari dulu dibina, kasih sayang yang keluar dari sejuta pengorbanan hilang seketika dengan butiran pil pil ukuran sebutir jagung. Islam juga menyandari sebuah cinta dengan cinta yang sesungguhnya lewat pernikahan dan lalu melahirkan keturunan yang nasabnya jelas, keturunan yang Salam dunia dan negeri negeri sesudahnya.

Dee Assalam mengajak untuk menjaga Islam dari pemikiran liberal yaitu sebuah pemikiran yang mengedepankan rasio (akal) dan menjadikan satu satunya sumber tolak ukur kemaslahatan serta mengesampingkan dalil saat dalil itu berbenturan dengan akal mereka, kemudian dari sempalan syiah, wahabi serta dari kaum misionaris , kristenisasi yang memanfaatkan keterpurukan ekonomi umat Islam sebagai lahan dakwah mereka.

Menjaga keturunan sebab dia adalah penurus segala bentuk perjuangan, keturunan saat ini merupakan cerminan peradaban masa akan datang, maka dia harus benar benar dipersiapkan dan dihiasi dengan segala sifat kemuliaan. Keturunan itu harus benar benar bernasab agar dia senantiasa terhormat, bukan nasab bangsawan atau kerajaan yang diharapkan hanya saja keturunan yang jelas lahir dengan cara yang halal, sebab sebuah kesedihan yang tak terbayangkan ketika seorang anak lahir dan dia tak tau siapa yang harus diapanggil ayah.

Deen Salam menaikan derajat perempuan saat awalnya perempuan dibunuh, dikubur hidup hidup, dianggap aib dengan alasan yang seolah dia bukan keluar dari pemikiran manusia, adapun dimasa sekarang prempuan juga tetap dalam kemiliiaan saat dia berhias dengan perhiasan yang pernah diajarkan dari Fathimah, Aisyah dan Khadijah karena bagi mereka detik adalah perjuangan untuk Allah dan Rasul, selalu dalam barisan terdepan saat cobaan kepada Rasul bak gulungan ombak yang selalu riuh disepanjang siang dan malam maka wajar mereka disebut sebut dan diikuti oleh wanita muslimah yang bahkan jauh dari zaman mereka, wanita itu kemudian menjadikan sosok Ummul Mukminin hidup dihati dan fikirannya. Deensalam menjauhkan muslimah sebagai sarana bisnis dan pemuas syawat zaman seperti menjadikan aurat sebagai lahan bisnis produk.

riz.ar


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru