3 Prinsip Hidup ala Pohon




MajalahUmdah.com Di dunia ini tidak ada yang diciptakan dengan sia sia. Seremeh apapun bentuk dan sejelek apapun rupanya semua mengandung hikmah yang luar biasa. Kenapa saya sebutkan sifat sifat kejelekan ? karena sifat manusia yang menafikan hal yang tidak mengandung unsur positif. Sebenarnya bukan tidak ada, tapi tidak tau cara memandang melalui kaca mata poitifnya

Allah SWT tidak menciptakan sesuatu apapun dengan sia sia, mulai dari makhluk yang kecil seperti atom hingga yang besar seperti semesta, demikian yang pendek, panjang yang melata, berjalan.
Banyak sekali pelajaran yang dapat kita petik dari universitas semesta, sebuah pelajaran berharga yang tidak ditemukan lewat buku atau bangku sekolah, tapi dengan terjun dan berfikir dalam universitas  alam kehidupan dalam bentuk (KKN) kuliah kerja nyata. 

Kalau kita melihat dengan seksama banyak isyarat untuk memperoleh orientasi kehidupan manusia yaitu hidup yang indah, menuai keharmonisan dengan sesama dan mengajarkan bagaimana menghadapi hakikat kehidupan itu sendiri untuk mencapai kejayaan yang hakiki diakhirat nanti.

Tak usah jauh, maulailah berfikir disekeliling kita pada pohon yang rindang, buahnya yang ranum bertaburan bagaikan bintang bintang, batang yang bergitu tegar yang menghadapi sepak terjang dan ulah tangan usil manusia, pohon terlihat begitu kokoh dan perkasa. Di balik itu semua ada tiga prinsip yang tersirat yang diajarkan oleh pohon kepada manusia yang minim kesadaran akan hal itu.

1.Pohon tidak mengkonsumsi hasil buahnya sendiri.
Buah merupakan hasil dari pohon itu sendiri, lalu dimana dia bisa mendapat makanan ? pohon medapatkan makanan dari tanah karena semakin dalam akarnya maka semakin banyak nutrisi yang dapat diserapnya sehingga nampak kokoh dan tegar. Coba rasa bagaimana manisnya buah kurma. Pohon kurma yang tampak hebat dimedan tandus dan gersang mulanya berupa biji yang ditanam kedalam tanah 2 meter. Kemudian ditutup dengan 4 lapisan. Maka dia butuh kerja keras untuk bisa muncul kepermukaan dan harus memantapkan akar akarnya dahulu baru kepermukaan bumi untuk menghadapi tantangan selanjutnya.

Pohon mengajarkan kita prinsip kerja keras. Kerja keras adalah bentuk usaha yang terarah untuk mendapatkan hasil dengan menggunakan energi diri sebagi modal utama dalam mencapai hasilnya. Oleh karena itu seorang pekerja keras harus tampak lebih berstamina, cekatan, dan terlihat lebih optimis karena muara semuanya pada dirinya sendiri meskipun hasil orang lain juga akan ikut menikmati.

2. Pohon tidak pernah tersinggung ketika buahnya diambil orang lain.
Coba bayangkan jika tiap buah yang kita petik pohon akan protes, dia tersinggung karena jerih payahnya dinikmati oleh orang lain. Namun itu tidak terjadi ? bahkan kejadian itu terjadi pada manusia berkal. Ya terkadang kita protes ketika jerih payah kita dinikmati orang lain ? secara tidak langsung pohon mengajarkan kita prinsip memberi dan ikhlas. Kita dituntut untuk berkerja keras dan ikhlas supaya kita dapat memberi manfaat, bukankah sebaik sebaik manusia itu yang memberi manfaat kepada orang lain ?

Adapun kerja ikhlas adalah bentuk usaha yang terarah untuk mendapatkan hasil dengan menggunakan hati sebagai manifestasi kemuliaannya. Maka para perkerja ikhlas tidak akan dibarengi atau dipengaruhi oleh energi negatif dalam bekerja dan berbuat sesuatu, sehingga seluruh aktifitasnya menjadi efektif dan efesien. Tidak dihantui oleh perasaan takut saat dinikmati hasil oleh orang lain dan tidak terjangkiti penyakit hati karena protes.

3. Buah yang dihasilkan menghasilkan biji dan biji menghasilkan multiplikasi.
Coba kita perhatikan pohon cabe ! menghasilkan buah yang banyak. Di setiap buah ada biji dengan jumlah yang tidak sedikit, setiap biji itu pula dapat tumbuh puluhan batang baru.

Sungguh sangat sederhana pohon dalam mendidik kita. Pohon mencontohkan kepada kita bagaimana selayaknya kita hidup di dunia dapat memberi manfaat sebanyak banyaknya kepada orang lain. Secara tidak langsung pohon mengajarkan kita prinsip kerja cerdas karena mendidik kita bagaimana menjadi manusia yang produktif. Hasil jerih payahnya bisa dinikmati oleh segenap makhluk dan tentunya itu kan menjadi amal jariah, dan naik ke level selanjutnya mampu menyamai benih benih baru sebagai regenerasi yang akan melanjutkan produktifitas. Itulah konsep kerja cerdas.

#Khaleedeen  Aly Sabang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru