Inilah Dakwah Nabi Muhammad yang Penuh Perjuangan



Ada seorang badui yang berdoa, "Ya Allah! Rahmati saya dan Muhammad". Dia hanya peduli kepada dirinya saja. Padahal, jalan menuju Allah ta'ala sejumlah tarikan nafas manusia, tidak harus melalui kita. Yang penting sampai ke surga dan selamat dari neraka. Tidak harus dari majlis tertentu atau orang tertentu.

Sulthan yang muslim atau Gubernur yang muslim, bisa diberikan nasehat secara perlahan. Berikan pendekatan yang bisa menarik mereka ke jalan Allah swt. Memberi nasehat atau saran sebelum dekat adalah perkara yang sulit. Begitulah, dakwah memang membutuhkan perjuangan.

Seorang murid berkata kepada Al-Habib Hasan bin Shaleh "Ya Habib! mereka bermaksiat. Sumpahi keburukan kepada mereka, agar mereka sadar". Lantas Habib berdoa,  "Ya Allah! sebagaimana engkau gembirakan mereka di dunia dengan maksiat, gembirakanlah mereka di akhirat nanti". Murid Habib terheran. "Lah, Habib, kenapa malah di doakan?" Kan tidak ada jalan untuk bahagia di akhirat kecuali seorang yang maksiat bertaubat menjadi seorang yang taat.

Perjuangan Nabi dahulu, terlalu berat dan hebat. Tiga belas tahun beliau berdakwah di Mekkah. Tiga belas tahun pula beliau menerima banyak cacian, menahan fitnah, dan tahan lemparan apa saja yang mengenainya. Tidak seperti saat ini. Seorang dai diterima dengan sambutan meriah. Shalawat nan merdu pun ikut mengiringi. Tidak begitu panas dan tidak begitu dingin karna ada pengatur suhu. 

Bagaimana pula Nabi bisa berdakwah secara lembut dalam kondisi yang sulit, sedangkan kita hanya mampu berdakwah dengan cara yang kasar padahal suasana sekarang sangat aman untuk berdakwah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Mutiara Nasehat dari Dzurriyah Rasulullah