Kalau Aku Menjadi Mereka, Sekali Sujud Tidak Bangun Lagi



Dikisahkan, ada seorang wanita tua di zaman Bani Israil yang menangis tersedu-sedu di kuburan anaknya.

Maka lewatlah Nabi di Zaman itu dan bertanya: "Ada gerangan apa Engkau menangis?". Wanita ini menjawab: "Bagaimana Aku tidak menangis wahai Nabiyallah, Anakku masih muda, masih banyak yang aku impikan darinya, Aku ingin dia menikah, sukses dan bermanfaat bagi banyak orang, tapi Allah sudah mengambilnya."

Sang Nabi bertanya: "Berapa usia anak Ibu?. Maka wanita ini menjawab baru 300 tahun. Lalu Nabi di zaman itu berkata: "Ibu tau nggak? Di akhir zaman nanti akan ada umat terbaik, dari Nabi yang terbaik, usianya singkat-singkat, rata-rata hanya berkisar 60-70 tahun."

Maka dengan terkejut Wanita tua ini berkata, "Berapa?? 70 tahun? Kalau Aku jadi mereka, sekali Aku sujud kepada Allah, Aku tidak akan bangkit lagi, sepenuh hidupku akan Aku persembahkan untuk beribadah kepada Allah SWT."

Kalau ingat umur umat terdahulu yang panjang-panjang, para Sahabat sedih karena tidak punya banyak waktu untuk beramal seperti mereka.

Namun betapa agungnya kelebihan yang Allah berikan kepada Rasulullah Saw dan kita umatnya. Walau usia pendek, tapi Allah melipatgandakan pahala umat Muhammad menyamai bahkan lebih dari nilai ibadah umat terdahulu yang dilakukan bertahun-tahun.

Dan diantara kelebihan itu adalah malam Lailatul Qadar. Malam yang nilai beribadah di dalamnya lebih baik dari 1000 bulan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru