Keberkahan Dari Tangan Sayyidina Muhammad SAW



Umdah.co.id Secara Fisik, Tangan nabi Muhammad tak kalah Indah dibanding anggota tubuh yang lain. Tangan beliau yang terus memancarkan keberkahan lembut, putih dan sintal. Sedang jari-jari beliau agak ramping. Anas bin Malik beliau pernah berkata, “ Aku tidak pernah menyentuh sutera atau kain satin yang lebih lembut daripada telapak tangan Rasulullah. Aku juga tidak pernah mencium aroma yang lebih wangi daripada aroma tubuh Rasulullah”.

Banyak sahabat yang memberikan kesaksian bahwa wangi tubuh rasul akan tetap tersisa selama berhari-hari. Seperti kesaksian sahabat Wail bin Hajar; “Kapanpun aku menjabat tangan Rasulullah atau kapanpun tubuhku bersentuhan dengan tubuh Baginda Nabi, aku pasti mencium wangi misik tersisa ditubuhku selama tiga hari”.

Cahaya keberkahan memancar kuat dari tangan Rasulullah SAW. Hal itu terbukti dalam berbagai kejadian yang telah menjadi fakta yang tak terpungkiri.

Ketika tangan itu menyentuh orang sakit atau terluka, pancaran berkahnya akan menjadikan anggota itu segera sembuh. Bila ditempelkan pada makanan, maka makanan itu akan menjadi berlipat ganda banyaknya. Bila Baginda meletakan tangannya pada dada seseorang, maka keberkahannya akan menghilangkan keraguan dan ketidak yakinannya. 
Bila Nabi dengan tangannya memberi sahabat sebatang tongkat kayu, maka tongkat-tongkat kayu itu akan berubah menjadi pedang-pedang yang ampuh. Bila Rasul dengan tangannya melempar musuh dengan kerikil atau pasir, maka benda-benda itu  segera berhamburan menuju  ke arah musuh bak melesatnya peluru kendali.

Kisah keberkahan tangan Rasulullah SAW
Ketika waktu untuk shalat subuh tiba, Rasulullah akan berwudhu. Tapi, sama sekali tak ada air, padahal, yang akan berwuhdu cukup banyak.  Para sahabat hendak sholat berjamaah bersama Rasulullah. Tentunya air banyak sangat diperlukan untuk berwudhu.
Rasulullah bertanya “Apa ada kantung air?”
Seorang sahabat menyaut, “ada, ya rasulullah.
Kemudian seorang sahabat itu membawa kantung air yang bahannya terbuat dari kulit kambing. Biasanya kantung air itu digunakan untuk membawa persediaan air ketika dalam perjalanan panjang.
Kemudian rasulullah meletakkan tangan kanannya di atas kantung kulit kambing itu. Jari-jarinya terbuka. Dari sela-sela jarinya memancar air yang bening sekali.
Rasulullah kemudian berseru kepada Bilal bin Rabah, salah satu sahabat rasulullah. “Hai, Bilal!!”, Panggil orang-orang itu untuk berwudhu!!”
Orang-orang yang akan sholat subuh itu pun dipanggil oleh Bilal untuk berwudhu dengan air yang memancar dari sela-sela jari Rasulullah. Bukan hanya berwudhu, bahkan seorang sahabat rasul yang bernama Ibnu Mas’ud sampai meminum air tersebut. Air tersebut memiliki rasa yang sejuk, seperti air yang memancar langsung dari sumber dalam bahwa tanah.
Air tersebut mancur terus sampai semua orang dapat berwudhu. Itulah salah satu mukjizat yang dikaruniakan oleh Allah yang maha kuasa kepada Nabi Muhammad SAW. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru