Hakikat Ibadah

Umdah.co.id Sungguh, sangat banyak hal-hal yang harus disyukuri seorang hamba. kenikmatan iman kepada Allah dan dengan kitabNya maka dengan ini seorang hamba akan sukses mengarungi kehidupannya didunia dan diakhirat. 

Seluruh nikmat yang Allah anugrahkan kepada kita baru akan terasa nilainya ketika Allah SWT telah mencabutnya. Jadi, sebelum Allah mencabut nikmat itu, syukurilah keberadaannya.

"Dan, jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menghitungnya (karena banyaknya). Sesungguhnya, Allah benar-benar Maha Penyayang." (QS an-Nahl [16] : 18).

Adapun salah satu bentuk syukur adalah Ketika seorang hamba sudah memahami bahwa hakikat ibadahnya sebagai bentuk syukur dirinya, saat itulah ibadah bisa menjadi perisainya. Perisai yang mebuat dirinya dapat terhindar dari mengerjakan larangan Syara' karena kesadarannya sebagai wujud penghambaan kepada Sang Khaliq. 

Seorang yang menunaikan kewajibannya dan juga menambahnya dengan ibadah-ibadah sunah akan bermuara pada kecintaan Allah. Ketika ia sudah mendapatkan cinta Allah, seluruh aktivitas yang ia jalani di muka bumi adalah restu dan rida dari Allah SWT. Cukup Allahlah yang menjadi tujuan sebagaimana pengakuan yang selalu terlisankan dalam dalam doa iftitah "sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya karena Tuhan semesta alam.

Sebagaimana Firman Allah dalam hadis qudsi: "Tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku senangi daripada melaksanakan apa yang Aku fardukan atasnya. Dan, tidak pula hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri dengan melakukan amalan-amalan sunah, sehingga Aku mencitainya. Dan, bila Aku mencintainya, menjadilah Aku telinganya yang ia gunakan untuk mendengar, matanya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang dengannya ia memegang, dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Apabila ia bermohon kepada-Ku maka pasti Ku kabulkan permohonannya, apabila ia meminta perlindungan-Ku maka pasti ia Ku lindungi. (HR Bukari Muslim).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Mutiara Nasehat dari Dzurriyah Rasulullah