Sepucuk rindu Untukmu Rasul

Gambar terkait
kesyahduan mulai terdengar di saat rabiuul awal datang
mengharukan suasana dengan kesedihan
menyambut dengan keakraban tanggal kelahiran
menggoncangkan jiwa dengan shalawat syahdu

membuat kami sadar akan siapa yang pantas
untuk selalu disanjung
membakar jiwa karena rindu yang sangata mendalam
dengan semangat kami kibarkan bendera islam

demi menegakkan hari kelahiran junjungan alam
namun ya Rasulullah
sebatas harta yang kami miliki
ingin kami infakkan akan merayakan hari kelahiranmu

meski tak seimbang
tak seimbang dengan kasih sayang mu kepada umat
namun ya Rasulullah
kami sangan merindukan mu

sosok yang terdengar sebutan di seluruhnya
izinkan kami merindukanmu ya rasulullah . . .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru