2 Orang yang Menghancurkan Jerih Payah Sayyidina Ali

Seperti inilah orang-orang yang pantas untuk mengajar


Umdah.co.id - Dahulu, Sayyidina Ali, ketika datang ke Bashrah, beliau memasuki mesjid.Beliau mendapati beberapa majlis ilmu. Beliau mendengarkannya dari satu majlis ke majlis yang lain. Ketika beliau mendengar dari beberapa ulama di majlis itu, beliau berkata "Seseorang sepertimu tidak pantas mengajar".Hal ini terus terulang hingga majlis-majlis selanjutnya. Setibanya Sayyidina Ali di halaqahnya Hasan Bashri,  Sayydidina Ali mendengarkan pengajian beliau hingga selesai. Kemudian Sayyidina Ali mengatakan "Seperti inilah orang-orang yang pantas untuk mengajar dan berdakwah di jalan Allah swt. Ilmu merupakan agama seseorang, perhatikanlah dari mana kita mengambinya.

2 orang yang menghancurkan jerih payah Sayyidina Ali

Bahkan di zaman itu, Sayyidina Ali mengatakan "Ada dua orang yang menghancurkan tulang belakangku, Mereka adalah orang alim yang menodai agama.Mempunyai ilmu, tapi bermaksiat.Kedua, orang bodoh yang tekun beribadah." Seseorang, kalau tulang belakangnya hancur maka dia akan lumpuh. Artinya, jerih payah Sayyidina Ali berupa keadilan yang telah diterapkannya akan hancur. Seorang alim yang melakukan maksiat, akan menipu banyak orang. Secara tidak langsung, dia telah mengajarkan orang-orang untuk bermaksiat pula. Menodai agama karna apa yang telah dilakukannya. Orang-orang akan beranggapan, "orang alim saja melakukan hal yang demikian, kalau kita tidak mengikutinya lantas akan mengikuti siapa?".kedua, orang bodoh yang tekun beribadah dapat menipu banyak orang dengan ketekunannya. Orang-orang akan menirunya, "Dia adalah seseorang yang rajin beribadah, ayo mengikutinya" Sehingga orang-orang beramai-ramai meniru ibadahnya, jika ibadahnya salah,  maka begitu banyak orang yang mengikuti kebodohan yang dilakukannya. karna demikian, ilmu itu sangat penting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru