Jangan Peduli Penilaian Orang Lain


"Tidak semua kehadiran kita diterima orang.
Saat engkau berkata kasar engkau dicela dan dihina.
Saat engkau berkata lembut engkau disindir."

Kebiasanku memang sangat buruk.
Suka berdebat dan mencari celah terkadang tak dapat dikendalikan.


Kata-kata yg muncul seperti irama burung yg tersusun rapi, awalnya.
Lalu, kesempatan hati untuk terluka terbuka lebar.

Semenjak dulu, hanya menyadarinya ketika telah mengering darah-darah pertempuran.
Sedikit setelahnya, diketahui ketika usai ayunan pedang.

Tapi, kini, aku tak ingin keterlambatan itu kembali terulang.
Kadang kufikirkan, apa salahnya kita mengalah.
Mengakui dan berjabat tangan.

Tentunya bukan tentang i'tiqad yg wajib dipegang teguh.
Hanya penilaian tentang seseorang yg tdk berada di laut dan tdk didaratan, maka ia dimana. Oh, ia berada di dalam lautan. Dan pertanyaanmu itu maknanya 'diatas lautan'. Bukan demikian, tp mencakup kesemua lautan.

Berarti ia dilangit. Tidak juga, ia bukan pemilik sayap sehingga tak bisa terbang.
Hanya seperti masalah yg tak penting intinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru