Jangan Hanya Melihat Kekuatan Utama Seseorang, Lihat Juga Bagian Kecil Hidupnya



Umdah.co.id - Di dalam sebuah pandangan cinta, kamu takkan lagi peduli pada suara yang bisu. Meski awal mula cintamu karna indah suaranya.

Di dalam tatapan rindu, kamu takkan lagi memperhatikan kejenakaan perawakannya. Walau saat dulu, rindumu bermunculan dari sudut kecantikannya.

Seperti qaedah, "fa'il itu marfuk (yang ditinggikan)".
Begitu pula si pemilik cinta, selalu meninggikan derajat kekasihnya.

Atau qaedah "bab af'ala itu adalah lazem yang menjadi muta'adi".
Seperti itu pula, kesendirianmu itu, kan kutemani. Menjadi penyempurna hidupmu.

Jangan terlalu peduli, pada kekuatan kuat qadiah tasdiq. Karna sesungguhnya kehadiran tasawur menjadi bagian dari penyusun tasdiq itu.

Seperti itu pula, jangan terlalu melihat kekuatan utama seseorang itu. Lihatlah juga bagian2 kecil dari hidupnya. Seperti aku tak hanya seorang santri. Tapi juga pencari suaramu sejak dulu. Pemerhati gerakanmu sejak awal perkenalan kata.

Seperti keahlian bayan, yang memanipulasi kehadiran kata. Makna ungkapan sebuah kata "aku mencintaimu" ternyata menjadi samar sudah sejak dulu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru