Dikesenjaanmu Syaikhuna



ku menatap mu bak serumpun syair di kala senja
mengalun tenang mersasup jiwa jiwa gersang
mnuntun setiap hati yang telah keruh oleh peradaban masa
menyingsing menyibak tirai kolam
memacar  kesetiap sudut batasan-batasan harapan
engkaulah cahaya disaat kegelapan
bak bintang yang menunjuk arah belantara
lautan luas tak bertuan kau tunun seberangi
terus mendaki meraih puncak kejayaan ini

syikhuna abu mudi sapaan mereka untukmu
lama  sudah engkau melangkah
namun tidak pernah mengenah lelah
padahal guratan hidup semakin timbul saja diwajahmu
jalanmu sudah tidak tegap lagi
ayunan langkah yang sudah mulai tertatih- tatih
entah-berantah..

terus saja kau mikirkan umat ini
karna ummatlah engkau meneruskan perjalananmu
lupakah  engkau dengan kesejaanmu ..?
tidak bisakaah ini menjadi alasn untukmu
untuk menikmati masa tuamu ..?
Tidak ..?
dihatimu hanya ummat

menumpas kesesatan adalah misi matimu
ummat membutuhkanmu , kami membutuhkanmu
teruslah berkiprah meski dengan tertatih-tatih
sebgian nasib ummat  di gengganmanmu
berjuanglah Abu.. berjuanglah Abu..
jagalah kesehatanmu demi kami , demi ummat
teruskan perjuangan , doa kami mengirimu di perbatas waktu.
( Nismul 2I )


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Mutiara Nasehat dari Dzurriyah Rasulullah