Ababil

umdah
Dari arah laut
Gelap menutup horizon
Langit tetiba menghitam
Sayap-sayap legam mengapung diudara

Bagai gempa sekian skala
Hentakan kaki ratusan gajah sebelumnya
Menggetarkan lembah tihamah
Mengepulkan pasir-pasir gerah

Pada gurun gersang nan tengadah
Tanah baitullah dikurung resah
Mulut-mulut merapal doa
Diatas petala langit kota yang diberkati

Sayap-sayap legam itu menukik
menghujankan sijjil yang membara
Dari lengkung paruh
Dan cengkeraman cakar-cakar

Mengagetkan mulut-mulut nganga
Melubangi jasad-jasad durhaka
Sampai di shana
Seorang panglima mati dengan terbelah dadanya 


Thalibat MUDIMESRA, Hibra Shahab 3h

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru