Ya Rasulullah aku rindu



Matahari selalu menyinari kesepian ku.
aku selalu menatap ke arah matahari itu.
aku tidak takut tuk buta karenanya.
Sebab tetap ia yang akan menemaniku.

Meskipun aku rapuh dalam setiap langkahku,
aku selalu teringat akan indahnya dirimu.
Yang bagiku lebih indah dari terangnya cahaya mentari.
Yang kutatap ini kala ku teringat akan dirimu,

Untuk apa matahari diciptakan jika kau telah ada?
Menyinari lebih terang dari cahayanya.
Yang bahkan lebih terang dari cahayanya.
Selalu lebih terang dari cahayanya.

Kau diciptakan dengan segala keindahanmu.
Mengalahkan sinar sang mentari itu.
Yang bahkan lebih terang dari cahayanya.
Selalu lebih terang dari cahayanya.
Terangmu yang tak mampu ku ukir dengan kata.
Sebab terangmu yang selalu menyilaukan dalam setiap bait tulisanku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru