KISAH INSPIRATIF: KATAK KECIL PEMENANG LOMBA



Umdah.co.id - Suatu hari, ada sekelompok katak-katak kecil yang mengadakan lomba lari, tujuannya adalah mencapai puncak menara yang sangat tinggi. Siapa yang mampu ke puncak itu, dialah pemenangnya.
Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan itu, dan memberi semangat kepada semua perserta.

Perlombaan pun dimulai. Jujur saja, tak ada satupun penonton yang percaya bahwa katak-katak kecil itu dapat mencapai puncak menara yang sangat tinggi.  Mereka tidak akan pernah sampai.
Terdengar suara "Oh, jalannya sangat sulit. Mereka tidak akan pernah sampai ke puncak menara itu". ada juga yang berkata, "Tidak ada kesempatan untuk berhasil".

Menaranya sangat tinggi. Katak-katak kecil mulai berjatuhan satu persatu, kecuali mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan-lahan, semakin tinggi, dan semakin tinggi.
Penonton terus bersorak "Terlalu sulit. Takkan ada seorangpun yang akan berhasil".

sudah sangat banyak katak yang telah menyerah, tapi  masih ada satu katak lagi yang terus melanjutkannya. dia terus berusaha sehingga semakin tinggi dan lebih tinggi. dia akan mencapai puncak menara itu.

Akhirnya katak yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali satu katak kecil yang telah berusaha keras menjadi satu-satunya katak yang berhasil mencapai puncak.

katak kecil yang lain penasaran, mengapa katak ini bisa melakukannya. para peserta pun beranggapan sama, bagaimana mungkin ia bisa mencapai puncak itu. apakah kekuatan yang membuatnya berhasil. ternyata katak yang menjadi pemenang itu adalah katak yang tuli.

ia tidak mendengar apa yang dikatakan orang lain. ia bisa karna percaya pada usaha yang ia lakukan. ia tidak menyerah walau kemampuannya sedikit dan punya banyak keterbatasan.

Kerena itu tetaplah selalu positive dan yang terpenting "Berlakukah tuli jika ada orang yang berkata kepadamu bahwa kamu tidak bisa menggapai cita-citamu". Teruslah beranggapan bahwa kita bisa melakukannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru