Kesabaran Palestina



Umdah.co.id - Berawal dari kedatangan tamu yang tak tau entah berantah asalnya. Datang ke Palestina yang berlagak seolah tidak berdaya.

Hingga membuat hati Palestina luluh membantu. Tapi siapa sangka kebaikan Palestina dibalas dengan air tuba dan cucuran darah dengan nuklir. Sekejap mata menghancurkan Palestina.

Hatinya dipenuhi hawa nafsu untuk merebut. Membuatnya keras bagai batu. Tidak memikirkan seberapa baiknya sebuah pertolongan.

Malah, tanpa disangka kekejamannya semakin merajalela.

Setiap Hembusan nafas orang Palestina tanpa ada rasa selain rasa sakit. Dari pagi menyingsing hingga malam menjelang, setiap detik serta menit bahkan sekedip mata yang berlalu selalu saja begitu.

Namun Palestina tidak pernah mengeluh atas ujian yang Allah berikan. Berbagai upaya dilakukan untuk membawanya ke jalan yang sesat.

Tapi perjuangan itu sia-sia. Allah sangat menyayangi Palestina. Berbagai letusan nuklir dihempaskan ke Palestina, tapi Palestina tidak goyah. Palestina tetap selalu menyebut-nyebut nama Allah dalam setiap lantunan zikir dan doa. Yah, walau disertai air mata, tapi itu bukanlah bentuk kelemahan.

Terbunuh, tapi tak membuat Palestina luluh menyerah begitu saja. Palestina yakin Allah selalu bersama mereka. Allah memberikan cobaan kepada hambanya bukan berarti Allah tidak menyanyingi hambanya.

Disetiap labtunan doa yang kita panjatkan sisihkanlah sedikit waktu untuk mendoakan saudara kita disana. (Namlir Ahmar, Santriwati kelas 3F LPI MUDI Mesjid Raya Samalanga)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru