Hikmah Para Rasul Tidak Mewariskan Harta

Harta warisan merupakan harta yang ditinggalkan dari orang yang sudah meninggal kemudian diberikan kepada anak cucu dan kerabatnya. Pembagian harta warisan dalam islam begitu jelas diatur dalam al-Qur’an yaitu dalam surat an-Nisa’. Al-Qur’an telah menjadi pedoman untuk mengarahkan manusia dalam perkara apa saja dalam kehidupan ini, bahkan dalam hal pembagian harta warisan sekalipun.




Pembagian harta warisan dilakukan, agar tidak menimbulkan perselisihan dalam pembagian harta pada kemudian hari.

Dalam ranah hukum mawaris, ada empat golongan yang berhubungan dengan harta warisan. Salah-satunya merupakan golongan yang bisa menerima harta warisan namun tidak bisa mewariskannya, yaitu para Nabi. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW.

  
 نحن معاشر الأنبياء لا نورث ما تركناه صدقة

“Kami para Nabi tidaklah mewariskan harta. Segala apa yang kami tinggalkan adalah sadaqah”.( H.R. Bukhari dan Muslim).


Ada sebuah hikmah yang terkandung dibalik pernyataan Rasulullah dalam hadis tersebut tentang para Nabi yang tidak mewariskan harta kepada ahli waris mereka. Imam al-Bajuri menyebutkan dalam kitabnya Hasyiyah Al Bajuri Juz 2 Hal 71 Cet. Haramain:


والحكمة فيه أن لا يتمنى أحد من الورثة موتهم لاجل الارث فيهلك، وأن لا يظن بهم الرغبة في الدنيا لاجل ورثتهم وأن يكون مالهم صدقة بعد وفاتهم توفيرا لأجورهم


Hikmah dibalik pernyataan tersebut, agar ahli waris tidak mengharapkan mereka wafat karena ingin memperoleh harta warisan dan supaya ahli waris Nabi tidak disangka bahwa mereka merupakan golongan yang mencintai kepada dunia (harta). Wallahua’lam.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru