Cara Mudah Belajar Kitab Kuning


Istilah kata-kata kitab kuning sudah tidak terasa asing lagi bagi kalangan para santri dayah. Karena waktu dan hari-hari yang dilalui di dayah hampir seluruhnya dihabiskan untuk mengkaji dan sekaligus mempelajari kitab kuning.

Namun, untuk bisa memahami, mempelajari, mengkaji dan selanjutnya diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, kita dituntut harus bisa menguasai materi-materi yang ada di dalam ilmu nahwu dan ilmu sharaf. Lantas apa yang menyebabkan kedua ilmu ini begitu penting dan cukup fenomenal dalm kalangan santri? Tentu saja karena kedua ilmu ini menjadi perantara untuk menguasai ilmu-ilmu penting yang lain.

Nah, maka dari itu, untuk dapat memahami berbagai macam istilah-istilah yang ada di dalam kitab kuning. Berikut ada beberapa tips dalam rangka mempercepat kemampuan dalam membaca dan memahami kitab kuning:

1. Derdoa dengan sepenuh hati, terutama setelah shalat fardhu yang lima dan pada waktu-waktu mustajabah lainnya.

2. Menganggap bahwa membaca kitab kuning itu mudah.

3. Menghafal dan memahami kaidah ilmu nahwu dan saraf yang meliputi definisi, jenisnya serta contohnya juga pengaplikasiannya.

4. Dalam kurun waktu tiga atau empat bulan, sebaiknya garis-garis besar ilmu nahwu dan saraf sudah dikuasai. sehingga bisa dipraktekkan secepatnya.

5. Banyak praktek. Jangan hanya sibuk pada teori. Sebaiknya, setelah mempelajari sebuah teori segera mempraktekkannya.

6. Menghafal kosakata. Sebab pengaruh kosakata dalam memahami teks bahasa arab lebih dari 75%. sehebat apapun kaidah yang dihafal, jika tidak menguasai kosakata maka akan kesulitan dalam memahami bahasa arab. Kuasai kosakata minimal 1500 kosakata.

7. Gunakan dua kitab. Satu kitab gundul untuk melatih membaca dan satu lagi kitab yang sudah ada afshahahnya (makna dan kode nahwu) yang berfungsi untuk mengecek bacaan kita. Lebih bagus lagi, jika ada guru ata teman yang menyimak.

8. Jangan merasa bosan untuk membuka kamus. Salah satu tips mencari kalimat pada kamus adalah memahami bentuk dasar dari kata yang hendak dicari. Sebab, umumnya kata-kata pada kamus ditulis dalam bentuk masdar.

9. setiap mendapati kalimat, perhatikan bagaimana susunannya, tasrifnya dan maknanya.


Nah, itulah beberapa tips dalam rangka mempercepat kemampuan untuk membaca kitab kuning. Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru