Warisan Rasulullah SAW


WARISAN RASULULLAH
Suatu waktu  sahabat Abu Hurairah berjalan melewati pasar Madinah. Dan berhenti di pasar dan berkata kepada orang-orang yang ada di pasar tersebut.

“Wahai orang orang yang ada di pasar.  Sungguh rugi besar kalian”.

“Kenapa ya Abu Hurairah?”

“Warisan Rasulullah sedang di bagi-bagi. Sedangkan kalian berada disini. Cepatlah pergi dan ambil bagian kalian”

“Dimana itu?” 

Abu Hurairah lantas menjawab “Di masjid”

Orang-orang segera bergegas menuju ke masjid dengan tergesa gesa. Mereka tinggalkan aktivitas mereka di pasar karena tertarik dengan harta warisan Rasulullah. Sahabat Abu Hurairah tidak pulang sampai orang-orang itu kembali lagi ke pasar  dari masjid.

“Apa yang terjadi?” tanya beliau.


“Wahai Abu Hurairah, kita sudah mendatangi masjid dan memasukinya, namun kami tidak melihat ada harta yang di bagi” keluh mereka.

“Apa kalian melihat seseorang dimasjid?” 

“Ya, beberapa orang sedang shalat dan ada yang membaca al-Qur’an. Ada juga yang sedang membicarakan halal dan haram”.

“Sungguh malang kalian. Itulah Warisan Rasulullah Saw”.

Jelas sahabat Abu Hurairah sambil menyitir sebuah Hadist Rasulullah Saw,

“Para Nabi tidak mewariskan dinar atau dirham. Yang diwariskan para Nabi adalah ilmu”.

Sungguh beruntunglah mereka yang mendapat bagian paling banyak dari warisan Rasulullah Saw.

Mujibu Darisslam hal 141

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru