WAKTU DAN KONSUMENNYA

WAKTU DAN KONSUMENNYA

Melalui mimbar khutbah jumat di Mesjid Poteumeureuhom kemukiman Mesjid Raya Samalanga tepatnya dalam komplek pesantren Mudi Mesra Samalanga pada jumat tanggal 27 oktober 2017,Tgk Fakhri Tanjongan,yang betindak sebagai khatib jumat menyampaikan nasehat-nasehat dan wejangan yang bermakna bagi seluruh kalangan baik remaja,dewasa,santri maupun masyarakat yang hadir didalam mesjid yang sedang di renovasi tersebut.
Dalam durasi yang singkat dan diselimuti suasana hari jumat yang berkah beliau sangat menegaskan untuk mengoptimalkan waktu.secara maksimal.
Menurut beliau banyak dari berbagai macam kalangan masyarakat menghabiskan waktu percuma, sia-sia tanpa bernilai akhirat dan tidak positif.
sebut saja kegiatan yang tidak asing lagi bagi kita masyarakat Aceh khususnya yaitu menikmati kopi di sebuah warung yang menyita banyak waktu tanpa bermanfaat.budaya berlama-lama di warung juga telah menjamur ke kalangan remaja yang terhipnotis dunia teknologi berupa handphone,laptop dengan media sosialnya yang bervariasi,kenapa mengoptimalkan waktu sangat perlu ?

Beliau menegaskan,karena Allah berfirman dalam surat fatir ayat 37 ‘Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun’.

Dan dalam sebuah hadis rasulullah bersabda Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sampai ia menundukkan hawa nafsunya untuk tunduk pada ajaran yang aku bawa. 
oleh karena itu jangan sampai kita melewatkankan sedetik waktupun dalam hal yang tidak bernilai akhirat karena diakhirat nanti tidak mungkin waktu itu akan kembali.hal yang dilakukan untuk mengisi waktu seperti membaca alquran minimal bisa khatam empat bulan sekali.

di sela-sela nasihatnya beliau juga sempat mengingatkan kepada santri untuk belajar yang rajin karena tongkat estafet keagamaan sejatinya dipegang oleh santri.Tgk Fakhri menutup nasehatnya dengan sebuah peribahasa ''pikir dahulu pendapatan sesal kemudian tiada berguna''.



(Khutbah jumat Tgk Fakhri Tanjongan di mesjid poteumeureuhom komplek pesantren Mudi Mesra Samalanga 27 Oktober 2017)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru