MUTIARA DI TEMPAT YANG BERBEDA


Mungkin kamu melihat mutiara mu di pinggir lautan
mungkin kamu melihat mutiara mu di kaki pegunungan
mungkin kamu melihat mutiara mu di tengah tengah kota metropolitan
jangan terusik dan merasa tak nyaman
manusia diciptakan berbeda beda
yang penting agama dan aqidah mu sama
bahagia itu sama antara orang yang tinggal di padang tandus dan di taman bunga sakura
bahagia itu ada pada orang yang menetap di benua hitam afrika
kamu tidak akan bisa tetapkan bahagia itu dimana
carilah listrik agar kamu mendapat kan cahaya
jangan cari cahaya agar kamu dapatkan listerik
saat akal itu faham maka kamu akan tersenyum
saat akal faham maka kamu akan berkata iya
iya, sebab mutiara mu adalah hidup mu
mutiara mu adalah bahagia
mutiara mu adalah makhluk ciptaanNya
patuhi lah pencipta nya
maka mutiara mu akan diberikan
susah hidup bukan karena tempat
susah hidup bukan karena harta
kenapa kamu tidak percaya akan kenyataan
kenapa kamu terus ditipu khayalan
Kamu pernah kerja di kantor waktu itu
kamu pernah dapat gaji lumayan tiap bulan
tapi kamu sendiri yang bilang
aku tak nyaman
aku tak tenang
aku tak bahagia
kamu lihat mereka yang tak punya gaji disana
kamu lihat kan mereka yang kerja di ladang dekat kampung itu
kamu juga telah lihat mereka yang kerja disawah kala itu
jiwa mereka tetap kaya walau tak ada janji tiap bulan untuk dapat harta
jiwa mereka tidak tandus setandus ladang nya
jiwa mereka tak kotor seperti kotornya tanah di persawahan
rasanya sudah faham apa yang perlu kamu perbaiki sekarang
ini bukannya tak acuh dan tak ada lagi perhatian
tapi ini adalah simpati dan peduli karena masih ada rasa sayang
Untuk apa kamu sibuk cari uang dari pagi sampai malam
padahal jiwamu miskin hati mu gersang seperti padang pasir yang tak bertuan.

(karya Tgk.Mustafa Kamal  saat menjalani safari ramadhan di malinau kalimantan utara)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru