Asa Perjuangan


 


UMDAH.CO. Di saat mereka sedang bersenang senang, kami pun bersenang dengan persaudaraan kami di pondok. Mereka menganggap kami lemah, padahal tidak, kami tangguh dengan kebersamaan di pondok. Ketika mereka menganggap kehidupan kami keras dengan penuh kekangan dan larangan, kami malah bahagia bersama dengan guru-guru mulia.

Ah.. Kehidupan memang sulit, godaan memang besar, himpitan terus saja datang, tapi kami sadar, kami masih memiliki sosok-sosok yang cintai kami, juga masa depan kami. Masa depan yang hakiki, jauh nan panjang.

Kawan, tanggung jawab akan yang kita hadapi sangatlah besar. Disadari maupun tidak, kita sedang berada di akhir penghujung kehidupan dunia. Perjuangan belumlah usai. Persiapan yang kita lakukan akan menggambarkan bagaimana kehidupan kita di masa depan.

Biarlah dianggap hina, jika mulia disisiNya. terus saja berjuang demi meneruskan perjuangan dalam membawa risalahNya. Berlajar dengan giat, perdalam ilmu agama, dan amalkanlah dalam sendi kehidupan sehari-hari.

Bukankah Sayyidina 'Ali RA pernah berkata: Barang siapa yang menuntut ilmu pengetahuan agama, sungguh pada hakikatnya ia sedang mencari surgaNya. Namun, barang siapa yang mencari kesenangan dunia dengan bermaksiat kepadaNya, sungguh sebenarnaya ia sedang menuju ke neraka yang akan membuatnya binasa untuk selamanya.

kawan, kita tidak pernah tahu kapan kita akan meninggalkan dunia. Nah, karena itu, mari berbuat sesuatu yang bermamafaat, moga saja bisa menjadi oleh-oleh di kehidupam yang akan datang.
semoga!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru