Jangan Menilai Orang Dari Penampilannya Saja



Suatu hari seorang ulama yang zuhud, tinggal dirumah kecil, makanan pas-pasan, dan hidup begitu sederhana seoalah sudah tidak membutuhkan dunia lagi, beliau mengutus seorang muridnya kepada guru beliau, ketika muridnya sampai kerumah guru beliau, dia melihat rumah sang guru besar ini begitu mewah, kendaraannya dari jenis yang paling mewah, dan baru saja pulang dari istana raja, lalu murid ini menyampaikan pesan dari gurunya yang zuhud, sang guru besar yang kaya raya berkata pada "katakan kepada gurumu itu, hati gurumu sedang sakit dan bermasalah, jangan terlalu sibuk dengan dunia", sang murid agak emosi dalam hatinya berkata "ini orang hidup mewah-mewahan malah guruku yang hidup sederhana dibilang sibuk dengan dunia, tapi berhubung dia menghormati gurunya dia menahan emosinya, lalu disampaikan pesan guru besar pada gurunya yang hidup sederhana tadi, beliau berkata "benar yang dikatakan beliau, akhir-akhir ini aku terlalu cinta sama dunia".

sayidina hasan bin ali: selalu memakai pakaian mahal dan terbaik, dengan alasan, wahai manusia aku punya lebih dari yang kalian punya, kalian tidak bisa membeliku dengan dunia.

Sidi uwais alqarny: memakai pakaian lusuh sampai orang mengira dia orang kurang waras, dengan alasan aku tidak butuh pujian manusia.

Imam ja'far as-shadiq: memakai pakaian 2 lapis, diluar pakaian mewah, didalam pakaian lusuh, dengan alasan diluar untuk manusia dan aku tidak butuh dunia kalian, pakaian lusuh antara aku sama tuhan karena aku hanyalah hamba.

Intinya itu hati, bagaimana pandangan hati terhadap dunia, bukan apa yang kamu pakai, jangan menilai diri baik dengan kelakuan yang dibuat-buat, jangan menilai orang lain buruk dari penampilan mereka.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Mutiara Nasehat dari Dzurriyah Rasulullah