Syeikh Ali Jum'ah : Mengatasi Pola Pikir Jahil

Syeikh Ali Jum'ah
Umdah.Co- Maulana Syaikh Ali Jum’ah berkisah pada penutupan majelis hadis “Al-Syamâil al-Muhammadiah” (20 / 4 / 2011): Suatu saat saya membaca kitab “( رد الدارمي بن سعيد على بشر المريسي العنيد )..”. Saya sangat terkejut, karena di halaman 90, sang penulis mensifati Allah ﷻ dengan sifat-sifat makhluk, seolah ia menyembah berhala, dengan menyamakan Allah ﷻ bagai batu..!!! Akhirnya saya pergi kepada guru saya, Syaikh Abdullah Shiddiq al-Ghumârî, mengadukan cara pikir tolol ini.

Saya berkata dengan heran:
“Wahai guruku, apakah ada orang berakal yang mengatakan ini?! Bagaimana mungkin seorang muslim berpendapat seperti ini?!" Syaikh al-Ghumârî berkata: “Itu karena mereka tidak menghafal dua bait dari kitab al-Kharîdah karya Syaikh al-Dardîr,” Saya kaget: “Apa hanya dengan dua bait saja seseorang bisa terhindar dari kebodohan seperti ini?? Apa dua bait itu?” Beliau berkata: “Ya.. Syaikh al-Dardîr berkata:

أقسامُ حُكمِ العقلِ لا محالةْ # هي الوجوبُ ثم الاستحالةْ ثم الجوازُ ثالثُ الأقسام # فافهم مُنحتَ لذّة الأفهام

Pembagian hukum akal itu secara pasti (ada 3) yaitu: Wajib, kemudian: Mustahil. Kemudian yang ketiga adalah: Jawaz (boleh). Maka pahamilah pembagian ini, niscaya kamu mendapat kenikmatan pemahaman,”

Saya berkata: “Hanya ini saja?? Tidak ada yang lain?? Bagaimana jadinya jika dia terus belajar di Al-Azhar hingga jenjang terakhir?” Syaikh menjawab: “ Jika dia terus belajar di Al-Azhar, maka hatinya akan terang bersinar, dosanya diampuni, diberi petunjuk kepada jalan yang lurus dan Allah ﷻ akan menjadikannya perantara hidayah bagi manusia. Sungguh setiap ulama’ akan Allah ﷻ muliakan mereka dan memberi mereka karamah sebelum mereka meninggal…!!”

Dengan kagum saya berkata: “Semoga Allah ﷻ Memberikan anda ridha-Nya,"
Saya kemudian merenungkan perkataan beliau ini, hingga saya yakin bahwa pendapat ini sangat benar. Karena itu saya mengaplikasikannya selama 40 tahun, ternyata nasehat beliau benar-benar memberikan hasil positif yang luar biasa. Wallahua'lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Mutiara Nasehat dari Dzurriyah Rasulullah