Istri Itu Nasi, Bidadari Itu Cuma Snack


Al kisah Habib Husain Al Aydarus, sampai berumur 60 tahunan , beliau masih sendiri , belum menikah . Sampai kemudian pada sekitaran tahun 85an , beliau menghadiri undangan Akdun Nikah di Rumah kami .

Saat itu keluarga kami sedang menikahkan Kakak tertua saya . Mbah Kyai Maemun Zubair Sarang yang masih kerabat dekat mempelai perempuan kemudian berpidato memberi mauidhoh hasanah . Diantara petuah beliau :
.
“ Sepasang pengantin itu , kalau sudah di dudukkan berdampingan begini , jangan
dikira cuma dilihat banyak orang di alam dunia saja .
Sepasang Pengantin nanti di akhirat juga akan di dudukkan berdmpingan , bersama-sama masuk kedalam surga.

UDKHULUL JANNATA ANTUM WA AZWAJUKUM TUHBARUN …

Jadi , dengan demikian hanya ISTRI YANG DARI ALAM DUNIA saja yang bisa mendampinginya duduk di Bangsal Kencananya di surga . Sedangkan bidadari, mereka tidak .

Istri itu ibarat makanan Pokok . Sedangkan Bidadari Cuma Snack . Kalau dia butuh Bidadari , maka bidadari baru dapat melayani. Jika tidak butuh maka Bidadari tidak bisa dekat-dekat dengannya .

Jadi , orang-orang yang meninggal dunia sampai belum sempat menikah , maka keadaan mereka tidak sama dengan yang sudah menikah.

Istri itu Ibarat Nasi . Sedangkan Bidadari itu ibarat jajanan – jajanan. Kamu kok sama sekali tidak makan Nasi , hanya makan jajanan-jajanan saja , maka tidak bisa kenyang . Perut malah bisa KEMBUNG …!! “

Mendengar petuah Mbah Moen itu , pulang Resepsi Habib Husain langsung menikah.
Menikah dalam usia setua itu, karena takut  nanti di Surga dirinya malah cuma dapat KEMBUNG nya saja , seperti dawuhnya Mbah Moen !!!

Kurang dari dua tahun , Habib Husain kemudian Wafat dalam keadaan sempurna. Tidak bakalan sakit kembung di surganya.

Mumpung masih ada kesempatan, yang belum menikah segeralah menikah . Niat mencari pasangan dunia akhirat. Soal dapat Bidadari-bidadari, itu adalah Bonusnya.

Takutnya, keburu meninggal dunia , belum sempat berkeluarga. Maka akan jadi seperti orang yang Cuma dapat Bonusannya saja sedangkan hadiah utamanya tidak.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru