Air Paling Afdhal

Air Paling Afdhal - Air merupakan salah satu sumber kehidupan umat manusia yang memiliki khasiat yang luar biasa. Berikut ini beberapa air yang paling afdhal yang disebutkan oleh para ulama dan memiliki khasiat yang luar biasa.


1. Air yang keluar di antara jari Rasulullah saw

Air keluar dari jari-jari Rasulullah ketika para sahabat telah bersengatan haus pada perang hudaibiyah.

2. Air zamzam

Yaitu air yang keluar di ketika Nabi Ismail dan ibunya Siti hajar di tempatkan di Mekkah oleh ayahnya Nabi Ibrahim, padahal saat itu Mekkah adalah tanah kosong tak berpenduduk. Setelah di tinggalkan beberapa hari Nabi Ismail yang masih bayi menangis karena kehausan lalu ibunya Siti hajar pergi mencari air antara bukit safa dan marwah namun dia tidak mendapatkan air. Lalu turunlah Malaikat Jibril ke bumi sambil membentangkan sayapnya maka keluarlah air pada tanah yang di tendang-tendang oleh Nabi Ismail saat menangis di ketika itu.

3. Air Al kautsar.

Menurut satu riwayat air ini adalah air yang terdapat di dalam syurga, yang mana orang-orang beriman yang berbuat dosa apabila telah habis masa siksanya di neraka akan di sucikan dengan air ini lalu baru di masukkan ke syurga supaya hilang bekasan azabnya.

4. Air sungai nil di Mesir.

Merupakan sungai terpanjang di dunia, menurut penelitian belum ada seorang pun yang menemui dimana asalnya, ada yang berpendapat asal sungai ini adalah sungai Al kautsar dalam syurga. Di sungai ini pula Nabi Musa di hanyutkan oleh ibunya untuk menyelamatkannya dari Fir’aun yang memerintahkan untuk membunuh semua anak laki-laki pada masa itu lalu Nabi Musa di temukan oleh istri Fira’un yaitu Asiah dan di asuhnya sampai dewasa.

5. Semua air sungai yang ada karena semua sungai airnya berasal dari gunung yang sangat bersih airnya. Seperti sungai Dijlah di Tigris Baghdad sangat bersih airnya dan sungai Vurat di Irak sangat sedap rasanya.

Sekian, semoga bermanfaat..!

Referensi : Al bajuri halaman 26

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Mutiara Nasehat dari Dzurriyah Rasulullah