Waktu adalah Nafas Kehidupan

Umdah-Kita sering mendengar bahwa waktu adalah uang, waktu adalah emas. Waktu lebih berharga dari  permata.  Ini merupakan pandangan bagi mereka yang mengukur waktu hanya sebatas materi saja, tapi bagi kita selaku orang mukmin lebih pantas mengatakan sebagaimana perkataan Bijak, “waktu adalah kehidupan”. Dimana  waktu merupakan awal dari segalanya. Tanpa kehidupan tidak mungkin kita memperoleh uang, tanpa hidup emas permatapun mustahil kita miliki, maka nyatalah bahwa waktu jauh lebih bernilai dari mata uang, jauh lebih berharga  dari  emas maupun permata.
 
adalah kehidupam
ilustrasi
Maka siapa saja yang menyia-nyakan waktu, berarti dia telah menyia-nyiakan  masa hidupnya. Siapa saja yang sia-sia semasa masih hidup, maka tidaklah ada perbedeaan antara ia hidup ataupun mati. Sebagaimana dikatakan orang arab, “ al-maujud ka al- ‘adam” yang berarti, adamu bagai tiada.
 
Ya Ikhwaan…?
Waktu adalah kata tunggal, tapi dia berperan penting di segala bidang, dia punya kontribusi besar  terhadap kesuksesan dan kegagalan insan. Hamba yang sukses adalah hamba yang sangat menghargai dan menjaga waktu, namun sebaliknya, manusia yang gagal adalah mereka-mereka yang tiada beda antara hidup dan mati dikarenakan menyia-nyiakan waktu yang terus bergulir disisinya. Agama Islam sangat menjungjung tinggi nilai waktu, sehingga pepatah arab  pernah menegaskan  :

الَوَقْتُ سَيْفٌ فَإِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ
 
waktu bagaikan pedang maka bila engkau tidak memotongnya, niscaya dia akan memotong mu.
 
Bila waktu tidak kita jaga dengan baik dia akan berobah dari kawan menjadi  lawan,  bahkan akan menjadi musuh kejam  yang akan memotong bahkan mencincang masa depan kita, bila waktu telah menjadi musuh, maka tidak ada  padanya rasa setia sekecil atom pun, dia akan meninggalkan semua  manusia  yang tidak ikut besertanya, dia tidak akan menunggu walaupun sedetik, dia terus berjalan begitu cepat bagaikan kilat, setahun seakan-akan hanya beberapa hari saja, sebagaimana Sya’ir Arab mengatakan :

 مَرَتْ سِنِيْنُ بِالْوِصَالِ وَبِالهنَأ مِنْ قَصْرِهَا كَأَنَّهَا أَيَّامُ   *   ثُمَّ اْنْقَضَتْ تِلْكَ الْسِنُوْنَ وَأَهْلُها َكَّأَنَّها أِحْلاَمُ
 
berlalulah tahun dengan perjumpaan dan kebahagiaan amatlah pendek seakan-akan hanya beberapa hari*   kemudian terlewatilah tahun  bersama ahli nya seakan-akan  hanya sebuah mimpi.
 
Ya Ikhwan fillah… ?
Mari sama-sama  kita merenungi sya’ir di atas, waktu yang kita lewati bila tidak dimaanfaatkan dengan bijaksana,  maka ia akan terus terlewati tanpa kita sadari, sehingga  seolah-olah kehidupan  ini hanya seperti mimpi.
 
Waktu cepat berjalan, tidak ada satu kendaraanpun didunia ini yang sanggup menandinginya. Ia mustahil kembali, tidak ada satu cara pun yang bisa mengundangnya  kembali untuk mengulang masa-masa  yang  telah kita lalui.
 
nafas
ilustrasi
Waktu itu harta termahal, bagaimanapun manusia punya banyak uang,  banyak harta benda, tapi tidak seorangpun yang sanggup membeli waktu, tak seorangpun  mampu menggantikan detik-detik yang terlewati. Tidak  kita jumpai harta termahal dan harta yang paling berharga  lainnya selain sang waktu.
 
Waktu sangat berharga, semua orang tahu akan hal itu. Tapi sekedar mengetahui, memiliki waktu itu tidak akan pernah  menjadikan kita kaya, akan tetapi hanya dengan menghargai, mengunakan serta memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya  adalah sumber dari semua kekayaan yang tiada tara yang telah Allah berikan kepada mereka-mereka yang bijaksana dalam memanfaatkan dan menjalankan roda kehidupannya .
 
Mari kawan kita ikat sang waktu, kita manfaatkan, kita pergunakan ia, agar selalu hidup bersama kita, menemani detik-detik perjalanan kita tanpa ada yang sia- sia  guna menjemput kesuksesan dan kebahagian seumur masa, karena sang waktu adalah kehidupan. Sekali lagi “waktu adalah kehidupan”

Razali, Merdu, Santriwan Mudi Mesra, Samalanga, Bireun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Mutiara Nasehat dari Dzurriyah Rasulullah