Sujud Terakhir Sang Pengantin

Inilah kisah tentang sujud terakhir seorang pengantin. Kisah ini terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir Arab Saudi.Sebuah cerita yang patut direnungkan dan dihayati supaya menambah iman.

“Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya.

Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal.

Dia berkata pada ibunya: “Bu,
saya mau berwudhu dan shalat
Isya.”

Ibunya terkejut: “Apa kamu
sudah gila?
Tamu telah menunggumu untuk melihatmu,
bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh
air.
”Lalu ibunya menambahkan: “Aku ibumu, dan ibu katakan jangan shalat sekarang! Demi Allah, jika kamu berwudhu sekarang, ibu akan marah kepadamu”

Anaknya menjawab : “Demi Allah, saya tidak akan pergi dari ruangan ini, hingga saya shalat.
Ibu, ibu harus tahu “bahwa tidak ada kepatuhan kepada makhluk
dalam kemaksiatan kepada Pencipta”!!

Ibunya berkata : “ Apa yang akan
dikatakan tamu-tamu kita tentang mu, ketika kamu tampil dalam pesta pernikahanmu tanpa make-
up?? Kamu tidak akan terlihat cantik dimata mereka! dan mereka akan mengolok-olok
dirimu !

Anak nya berkata dengan
tersenyum : “Apakah ibu takut karena saya tidak akan terrlihat cantik di mata makhluk?
Bagaimana dengan Penciptaku? Yang saya takuti adalah jika dengan sebab kehilangan shalat, saya tidak akan tampak cantikdimata-Nya”.

Lalu dia berwudhu, dan seluruh make-up nya terbasuh. Tapi diatidak merasa bermasalah dengan itu.
Lalu dia memulai shalatnya. Dan pada saat itu dia bersujud, dia tidak menyadari itu, bahwa itu akan menjadi sujud terakhirnya.

Pengantin wanita itu wafat dengan cara yang indah, bersujud di hadapan Pencipta-Nya.
Ya, ia wafat dalam keadaan bersujud. Betapa akhir yang luar biasa bagi seorang muslimah yang teguh untuk mematuhi Tuhannya!

Banyak orang tersentuh mendengarkan kisah ini. Ia telah menjadikan Allah dan ketaatan kepada-Nya sebagai prioritas pertama.


Oleh: Syaikh Abdul Muhsin Al Ahmad.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Mutiara Nasehat dari Dzurriyah Rasulullah