Tingkatan Ikatan Cinta

ikatan cinta
ilustrasi
 Umdah-  Cinta itu adalah satu urusan yang dikategorikan kepada Amrun Qahqary, maksudnya sesuatu yang tidak bisa ditolak kedatangannya, dan cinta itu punya berbagai macam pengertian, tergantung siapa dan bagaimana mendefenisikannya, seperti Imam Ghazali, menurut beliau cinta itu adalah tidak melakukan sesuatu yang dibenci oleh orang dicinta. Namun yang pasti, cinta punya beberapa macam rasa, rasa yang membedakan seberapa dalam, kuat dan bekasan yang ditumbulkan saat cinta itu ada, berikut beberapa macam Rasa dari sesuatu yang bernama Cinta :

1. Al ‘alaqah (hubungan/ikatan). Dinamakan hubungan/ikatan karena keterikatan hati kepada yang dicintai.

2. Al iradah (kehendak/keinginan). Ini adalah kecondongan hati kepada yang di cinta dan berusaha untuk mencari/menjumpai yang dicintai.

3. Ash-shobabah (kerinduan). Adalah kerinduan hati kepada yang dicinta, dimana kerinduan ini timbul secara alami & diri tidak dapat mengaturnya, sebagaimana tetesan air di tempat yang melandai.

4. Al gharaam (kerinduan yang menyala-nyala). Adalah cinta yang selalu ada didalam hati, tidak pernah keluar dari dalamnya, & selalu menyertai hati sebagaimana abzab neraka dikatakan gharaaman karena senantiasa setia dengan penghuninya, tidak pernah melepasnya.

5. Al wadaad (kasih sayang). Adalah kelembutan cinta, inti cinta dan kemurniaanya, sebagaimana Al waduud termasuk dari nama-nama Allah yang maha tinggi.

6. Asy syaghof (cinta yang meluap-luap). Yaitu sangat mencintainya dan dibuat sangat senang (bercampur penderitaan). Sangat mencintai yang di cinta (yaitu cintanya telah masuk ke dalam relung hati & sanubari)

7. Al ‘isyq (cinta yang sangat dalam). Adalah cinta yang yang teramat sangat/ terlalu berlebihan, dikhawatirkan [terjadi sesuatu yang kurang baik] terhadap pelakunya.

8. At tatayyum (penghambaan) yaitu merendahkan diri. Dikatakan cinta telah menghambakannya, dan taimullah berarti juga ‘abdullah (hamba Allah).

9. At ta’abbud (peribadahan). Tingkat ini di atas at tatayyum/penghambaan. Karena sesungguhnya diri hamba adalah totalitas milik sang kekasih (Rabb), tak tersisa sedikitpun dari dirinya, baik lahir maupun batin, semua milik sang kekasih. Dan ini adalah hakikat peribadahan, barang siapa telah menyempurnakan sifat ini, maka telah sempurna cintanya

10. Al Khullah (Kekasih). Cinta ini hanya dimiliki oleh dua khalil (kekasih), yaitu Ibrahim ‘alaihis salam dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam .

11. Habibullah (Kekasih), Cinta ini hanya ada pada baginda nabi Saw, perbedaannya dengan Khullah adalah kalau khullah itu ikatan kasih yang kedalamannya seperti ikatan diantara  dua sahabat, sedangkan Habibullah, adalah ikatan yang kasih yang kedalamannya seperti ikatan suami istri, jadi lebih dalam dari khullah.wallahua’lam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Mutiara Nasehat dari Dzurriyah Rasulullah