Renungan : Membesarkan Bacaan Al-quran


santriwati
Umdah-Pada suatu malam dikala makan sahur, aku berada diatas rumah yang menghadap kejalan. Pada saat itu aku membaca Al-qur’an (Surat Taha). Setelah selesai aku tertidur dan bermimpi, ada seseorang turun dari langit dengan membaca catatan, kemudian catatan itu dibuka dihadapanku dan aku melihat didalamnya terdapat surat Taha yang baru saja aku baca.   

Dibawah tiap-tiap kalimat surat Taha itu tercantum pahala sepuluh kali lipat, hanya ada satu kalimat yang dibawahnya tidak tercantum pahalanya. Sehingga aku bertanya kepada si pembawa catatan itu. Kalimat ini telah saya baca, tetapi kenapa tidak tertulis pahalanya ? Lalu si pembawa catatan itu menjawab : benar, benar. Engkau memang telah membaca kalimat itu dan kami mendengar ada panggilan dari Arasy untuk menghapus kalimat itu dan hapuskan pula pahalanya. Oleh karena itu, aku menghapus pahalanya.
   
Lalu aku melanjutkan pertanyaanku : 'Kenapa ada perintah dihapusnya pahalaku", ia menjawab : "ketika engkau memperkeras bacaan agar terdengar olehnya, hal itulah yang menyebabkan hilangnya pahala."


oleh : Rizawati Harun, Meureudu, Pidie Jaya, Santriwati Mudi Mesra, Samalanga, Bireun.



















 














Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru