Penyesalan Selalu Datang Terlambat

UMDAH- Dengan kudrah dan iradah Allah swt, melalui ayah dan ibu kita semua sudah terlahir ke dunia fana ini. Kita hidup, dari bayi hingga dewasa, dari dewasa menjadi tua. Untuk kehidupan selanjutnya, yaitu akhirat, kadang dari bayi lansung berpidah ke dunia akhirat, kadang dari dewasa, dan kadang dari tua baru berpindah ke alam akhirat.

Penyesalan
Penyesalan yang selalu datang terlambat
Setiba di alam akhirat ada yang selalu dalam sengsara, ada yang selalu dalam kesenangan dan kenikmatan, dan ada pula yang biasa-biasa saja.

Wahai saudaraku semuanya! Di saat hidup di akhirat selalu dalam kesengsaraan dan azab, akan kah kita bertanya, kenapa Allah melahirkan kita, kenapa aku ada, kenapa aku diciptakan kalau untuk diazab. Kalau begini lebih baik aku tak pernah ada. Pertanyaan ini tak kan timbul bila kita dalam kesenangan dan kenikmatan.

Wahai saudaraku! Hidup di alam dunia sangat menentukan bagaimana hidup di alam akhirat, hidup di dunia sudah dapat dibaca bagaimana hidup di akhirat. Namun, bagaiman kita mau hidup di akhirat menjadi pilihan kita selama hidup di dunia ini. Kalau kita memilih ingin bahagia di akhirat tentu kita memilih bersusah dulu di dunia ini dengan beramal perinyah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kalau kita memilih senang di dunia dengan menuruti semua kemauan hawa nafsu maka kita memilih untuk sengsara di akhirat.

Pertanyaan di atas yang kemungkinan akan kita tanyakan di saat hidup di akhirat dalam keadaan susah dan terazab yang pertanyaan itupun seolah kita menyalahi Allah te;lah menciptakan kita sangat lah tidak wajar. Karena Allah sudah memberi pilihan (ikhtiyari) ke pada umat manusia semua untuk memilih. Dengan hak pilih inilah Allah mengazab kita di akhirat sebab sudah kita pilih bersenang-senang di dunia maka Allah pun mengazab kita di akhirat.

Apakah kita akan mempertanyakan lagi kenapa Allah mentakdir kita untuk memilih berbuat maksiat atau menyalahi perintah-Nya di alam dunia, kalau seandainya Allah mentakdir kita untuk memilih berbuat amal saleh tgentu kita akan bersenang-senang di alam syurga. Untuk menjawab pertanyaan tunggulah kupasan selanjutnya yaitu kupasan tentang pembahasan ikhtiyari. Allah ‘alam bi al-shawab!!!..

Penulis: Tgk. Maza Daya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru