Pembunuh 3 Mahasiswa Muslim di USA seorang Atheis

Craig Stephen Hicks dan 3 mahasisiwa
Umdah- Terdakwa dengan tiga tuduhan pembunuhan terhadap tiga mahasiswa Universitas North Carolina, UNC, di Chapel Hill adalah Craig Stephen Hicks, (46), dia tinggal di kompleks kondominium, sama dengan 3 mahasiswa tersebut. Dia dikenal seorang atheis yang mengecam semua agama. Hal ini terekam di laman Facebook-nya.

Hicks, menyerahkan diri ke polisi setelah menembak mati tiga mahasiswa tersebut.
Belum diketahui motif pelaku, namun diduga kuat adalah sentimen agama. Salah satu postingan-nya di sosmed adalah: "Jika soal penghinaan, agamamu yang memulainya, bukan saya. Jika agamamu tetap menutup mulutnya, saya juga akan melakukannya." Dalam akun Facebook-nya, Hicks mengaku sebagai pendukung organisasi Atheists for Equality dan sangat aktif mem-posting status serta foto, seperti diberitakan The Independent, Rabu, 11 Februari 2015.

Tiga posting terakhirnya adalah video lucu yang menampilkan seekor anjing, iklan maskapai New Zealand Air, dan foto dari United Atheists of Amerika dengan tulisan, "Mengapa Kristen radikal dan muslim radikal menentang pengaruh satu sama lain sementara setuju dalam banyak hal-hal ideologis".

Salah satu foto menampilkan sepucuk pistol revolver miliknya yang terisi penuh peluru. Belum diketahui apakah pistol ini yang digunakan untuk menembak korban atau bukan.

Gambar-gambar yang diunggah Hicks kebanyakan menghina semua agama dan mendukung atheisme. Namun Hicks juga memajang fotonya dan istrinya yang sedang berlibur ke Disneyland.

Penembakan tiga mahasiswa muslim itu menuai kecaman dari seluruh dunia. Bahkan tokoh atheis terkenal Amerika Serikat, Richard Dawkins, ikut mengecamnya. Di laman Twitter-nya, Dawkins mengecam pembunuhan tersebut.

"Bagaimana seseorang yang bermoral TIDAK mengecam pembunuhan keji tiga muslim AS di Chapel Hill?" tulis Dawkins.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru