Kompleks Majelis Az Zikra KH Arifin Ilham Diserang Kaum Pembela Syiah

UMDAH.CO – Syi’ah kembali membuat kerusakan di Indonesia, sebanyak 50 orang kelompok pembela Syiah melakukan penyerangan terhadap penjaga Masjid Az Zikra, Sentul, Kabupaten Bogor, Faisal Karim. Masjid ini biasa digunakan oleh KH Muhammad Arifin Ilham untuk mengadakan majelis dzikir Az Zikra.

Pembela Syiah tersebut memaksa Faisal menurunkan spanduk warga yang isinya menolak kehadiran Syiah. Namun, Faisal meminta pembela Syiah itu menunggu besok pagi untuk dimusyawarahkan. Tak sabar, pembela Syiah langsung menghajar Faisal hingga babak belur.


Menurut Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) KH Athian Ali, mereka tidak berhak melakukan tindakan anarkis itu.

“Ini bentuk terorisme. Mereka tidak berhak memaksa warga menurunkan spanduk penolakan Syiah tersebut," katanya Kamis (12/2/2015).

KH Athian Ali meminta pihak berwenang untuk mengusut kasus ini dan menindak pelakunya secara tegas agar ke depan tidak terjadi lagi kejadian serupa.

Tanggapan KH Arifin Ilham

“ALLAHU AKBAR, malam Kamis ini sekitar jam 11 kampung majelis Az Zikra yang berada disekitar masjid Az Zikra Sentul Bogor diiserbu segerombolan preman yang mengaku dari faham Syi’ah yang dipimpin oleh seorang yang mengaku Habib Ibrahim dari Tangerang,” tulis KH Arifin di akun Facebook (FB) pribadinya pada Kamis (12/2/2015) pagi.

KH Arifin menjelaskan, gerombolan Syi’ah yang dipimpin Habib Ibrahim itu berjumlah 30 orang. “Menganiaya menculik penegak Syari’ah Az Zikra, Bang Faisal. Gerombolan sekitar 30 orang itu marah karena majelis Az Zikra menolak faham Syi’ah, dan minta spanduk penolakan atas faham sesat Syi’ah diturunkan,” ujarnya.

Meskipun diserang secara anarkis dengan cara premanisme oleh segerombolan preman Syi’ah, namun KH Arifin mengaku tidak akan membalas serangan tersebut dengan cara anarkis pula. Ia lebih mendorong aparat penegak hukum di Indonesia menindak tegas para penyerang masjid Az Zikra tersebut.

“Sungguh ironi, terlalu nekat masuk ke kampung orang dengan gaya preman. Insya Allah kami taat hukum, kami tidak akan balas tindakan yang sama seperti gerombolan itu, KAMI UMAT RASULULLAH YANG SANGAT MENCINTAI RASULULLAH, KELUARGA RASULULLAH DAN PARA SAHABAT RASULULLAH,” lanjut KH Arifin.

“Kami tidak akan anarkis, kami taat hukum, kami hanya minta pimpinan dan gerombolan itu ditindak tegas secara hukum. Ingat, kalau tidak ada tindakan hukum yang kami percayakan kepada aparat hukum. Kami nyatakan jihad perang terhadap gerombolan itu, “Hidup mulia atau mati syahid demi kesucian Agama ALLAH”,” tandasnya.

Sebelumnya, Syi’ah Indonesia secara berani juga pernah menyerang umat Islam Ahlu Sunnah di Sampang Madura, Jember Jawa Timur (Jatim).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru