Ketika Muslim Dibunuh di AS, Media Barat Diam

UMDAH- Sudah lazim bila orang islam yang dibantai secara keji, membabi buta, tanpa belas kasihan, media barat bungkam seribu bahasa. Tidak ada ekspos layaknya kematian seorang warga Amerika, atau semisalnya.

Ketika Muslim Dibunuh di AS
3 Mahasiswa muslim yang dibunuh di AS
Seperti baru-baru ini terjadi pembunuhan tiga orang muslim di kawasan perumahan Universitas North Carolina, Amerika, Selasa malam waktu setempat atau Rabu siang WIB. Tidak ada pemberitaan dari media Barat seperti yang biasa mereka lakukan ketika nonmuslim yang meninggal. Kalau The Independent, salah satu media Inggris tidak memberitakannya, mungkin dunia tidak ada yang tahu. Bahkan CNN sendiri yang katanya kiblat segala berita dunia baru memberitakannya sehari setelah kejadian.

Maka tidaklah aneh bila Netizen bereaksi atas sikap media barat ini dengan membully di media sosial sepeti twitter dan lain-lain. Bahkan di Twitter, Hastag #chapelhillshooting menjadi topik yang teratas sampai kamis pukul 20.15 WIB.

"Innocent victims, R.I.P. Where is the world Media.. DOUBLE STANDARDS (Mengabaikan korban, R.I.P. Saat media dunia... STANDAR GANDA)," tulis Amira Elnokaly.

Kecaman-kecaman terhadap diskriminasi media itu terus berdatangan dalam berbagai bentuk, baik tulisan maupun gambar-gambar satire. Kecaman itu muncul sebagai kekecewaan masyarakat atas perlakuan media besar dunia yang terkesan diskriminatif, padahal mereka terus menggembar-gemborkan bahwa mereka media paling demokratis dan kredibel.

Pemilik akun @jstoutgator menuliskan "If you are EXCITED or HAPPY that an #Atheist has finally been behind a shooting then you are NOT a #Christian. #ChapelHillShooting (Kalau kamu GEMBIRA atau SENANG bahwa akhirnya atheis ada di belakang penembakan maka kamu BUKAN orang Kristen)."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Malam Lailatur Qadar Menurut Pengalaman Para Sufi

Jurnalistik Sebagai Tradisi Vital Dakwah Pondok Pesantren di Era Modernita

Kepribadian Seorang Guru