umdah

Mengapa sok tau

Hampir sudah menjadi bahasa harian bahwa kata-kata “sok tau” melekat pada seseorang yang terindikasi selalu merasa tau banyak tetapi sebe...


Hampir sudah menjadi bahasa harian bahwa kata-kata “sok tau” melekat pada seseorang yang terindikasi selalu merasa tau banyak tetapi sebenarnya dia tidak tau apa-apa. Maka orang itu pun dengan gampang disebut sebaga “sok tau”. Sok tau bukanlah semata-mata gejala psikologis, tetapi ia sebenarnya juga gejala sosial. Masyarakat yang terserang virus “sok tau” akan mudah terhasut oleh segala isu yang tak jelas sumbernya seperti gampang terbawa opini, mudah terbakar emosi. Konon, orang yang “sok tau” rata-rata mereka yang berkepribadian tak sehat, picik, kerdil, dan tak bisa mengenal diri sendiri. Kasarnya, suasana psikologisnya terganggu. Karena itu, dalam masyarakat yang banyak dijumpai “sok tau” biasanya rasa ingin tau urusan orang lain menjadi sangat besar , dalam banyak hal mereka ingin terlibat walau sepotong-sepotong(tidak utuh), dan tidak sistematis. Biasanya, masyarakat model ini hidup dalam angan-angan kosong tetapi merasa nyata. Namun, secara tidak disadari bisa mendatangkan bencana karena situasi yang serba tidak menentu, tidak pasti, membingungkan lingkungan tanpa arah yang jelas alias situasi sosial yang berbeda dalam kebodohan dan anarkis.

Dalam alqur’an Allah mengigatkan manusia untuk tidak bersikap “sok tau” berkaitan dengan urusan yang ia sendiri tidak memiliki data dan informasi yang jelas. Karena “sok tau” itu akan mencelakakan diri sendiri, dalam firman Allah swt “ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati semuanya itu akan dimintai pertanggung jawabannya, dan janganlah kamu  berjalan di muka bumi ini dengan sombong karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan gunung. Sikap sok tauu dan sombong adalah kejahatan yang amat di benci di sisi Allah”(Qs, al isra’ : 36-38). Karena itu, sok tau dan sombong sama dengan mencoba menyaingi Allah dalam hal pengetahuan dan penciptaan dalan arena tindakan sosial di tengah-tengah  masyarakat.

Jadi, sikap sok tahu dan sombong adalah kejahatan yang amat di benci oleh siapapun termasuk Allah sendiri. Karena sok tau dan sombong merupakan sikap tidak sehat dan semacam penyakit maka sebenarnya sikap sok tau adalah menampakkan sikap yang amat membodohi lingkungan dan publik sampai Allah  menistakan orang yang sok tau dan sombong sebagai orang yang seolah-olah hendak berdiri setinggi gunung dan mampu menembus bumi padahal itu mustahil untuk dilakukan. Sindiran Allah ini mengingatkan kita pada kejadian yang kita alami. Oleh karena itu, penulis ingin mengajak kepada seluruh masyarakat jangan ada yang bersifat dengan sok tau karena termasuk sifat yang di benci oleh Allah.


Related

tafakkur 3323206666875669031

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item