umdah

Hifzdul Lisan ( Memelihara Lisan)

Lisan adalah salah satu panca indera yang sangat bermamfaat bagi manusia, di samping tidak sedikit pula mudharatnya. Dengannya manusia me...


Lisan adalah salah satu panca indera yang sangat bermamfaat bagi manusia, di samping tidak sedikit pula mudharatnya. Dengannya manusia mengucapkan keimanan, beribadah, bersosialisasi antar sesama, dsb. Dengannya pula, manusia menjadi kufur, bermaksiat, berrmusuhan, dll. dengan demikian, lisan mempunyai dua fungsi yg berbeda sekaligus, keduanya bisa diraih sang pemiliknya.

Namun agama menuntun manusia untuk memelihara lisan, karena banyak berbicara lebih banyak mendatangkan mudharat daripada mamfaat kecuali bila yang dibicarakan adalah masalah ilmu. malah agama menganjurkan kita untuk demikian, karena itu adalah perbuatan mulia.

Rasulullah SAW bersabda, "Jika seseorang beriman dengan Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata yang baik atau diam.'' Dari hadis tersebut dapat di pahami, bahwa orang yang beriman dengan Allah dan hari akhir, dalam kesehariannya harus selalu mengatakan yang sesuatu yang berupa kebaikan. Namun bila ia tidak mampu menuntun lisannya kepada kebaikan, malah tergelincir dalam keburukan, maka hendaknya berdiam diri, karna itu adalah keselamatan baginya di dunia, lebih-lebih di akhirat.

Namun ketika seseorang diam, bukan berarti ia adalah orang yang bodoh, tidak berpengetahuan, bisa dipandang sebelah mata, justru sebaliknya, dengan diamlah seseorang lebih ditakuti dan di segani. Seperti halnya Imam Asy-Syafi'i, sang pendiri mazhab kita, beliau adalah seorang yang pendiam, namun beliau sangat di segan. Sehingga beliau berkata dalam syairnya,
Mereka mengatakan aku pendiam dan mengkritikku karenanya
Ku jawab mereka bahwa ucapan adalah kunci pintu keburukan
Diam dari orang jahil dan tolol adalah kemuliaan
Padanya pula kebaikan karena memelihara harga diri
Apa kamu tidak melihat bahwa singa di takuti padahal ia pendiam
Dan demi hidupku, anjing tiada di takuti padahal ia terus menggonggong

Oleh karena itu, memelihara lisan dengan diam adalah hal yang paling aman, di samping juga mendapatkan kemuliaan, harga diri, dan terbebas dari beratnya hisab di yaumil akhir. Namun demikian, kita juga harus tau kapan waktunya untuk diam, dan kapan kita harus berbicara. Jangan sampai kita diam ketika harus berbicara, ketika maksiat merajalela, namun malah berbicara di saat harus diam.

Akhirnya, bila memang kita harus berbicara, maka ada 5 hal yang harus kita perhatikan, agar ucapan tersebut tidak menyakiti orang lain dan tidak menjatuhkan harga diri. Yaitu alasan untuk berbicara, waktu yang tepat, cara dalam memulainya, berapa banyak yang harus di bicarakan, dan terakhir tempat untuk berbicara.
WALLAHU A'LAM.

Related

Motivasi 6357124367282973971

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item