umdah

Riya' dan Tingkatan Keihklasan

Umdah - Betapa banyak orang yang terganggu pikiran nya karna kurang paham tentang amalan ihklas yang masih ketergantungan dengan imbalan-imbalan dunia, contohnya membaca surat waqiah selain untuk mendapatkan pahala juga menginginkan dimudahkannya rezki oleh Allah SWT, dalam kasus tersebut apakah hal tersebut tidak di golongkan kepada Ikhlasdan di golongkan kepada Riya' ?

ilustrasi ikhlas
Maka dalam kesempatan ini saya ingin meluruskan mengenai definisi ikhlas dan tingkatannya seperti berikut dan selanjutnya anda yang akan menjawab pertanyaan diatas dengan sendirinya.

Dalam Risalah qusyairiyah disebutkan :

 وقال الفضيل بن عياض رحمه الله تعالى: (ترك العمل من أجل الناس رياء، والعمل من أجل الناس شرك، والإخلاص أن يعافيك الله منهما
 [“الرسالة القشيرية” ص95 ـ 96

Fudhail bin iyadl Rahimahullah berkata: Meninggalkan Amal karena manusia itu namanya riya’, beramal karena manusia itu namanya syirik dan Ikhlas adalah jika engkau dijauhkan oleh Allah dari keduanya.

Sedang ibnu ajibah Rahimahullah berkata ;

 الإخلاص على ثلاث درجات: إخلاص العوام والخواص وخواص الخواص. 

Ikhlas terdiri atas tiga tahapan:

 فإخلاص العوام: هو إخراج الخلق من معاملة الحق مع طلب الحظوظ الدنيوية والأخروية كحفظ البدن والمال وسعة الرزق والقصور والحور. 

1). Ikhlas awam yaitu, berbuat karena Allah semata, namun masih menginginkan bagian dunia dan akhirat, seperti kesehatan dan kekayaan –Rizki yang melimpah , juga kemegahan di surga serta bidadari;

وإخلاص الخواص: طلب الحظوظ الأخروية دون الدنيوية 

2). Ikhlas Khusus. yaitu, hanya menginginkan bagian akhirat tanpa memperdulikan bagiannya di dunia

وإخلاص خواص الخواص: إخراج الحظوظ بالكلية، فعبادتهم تحقيق العبودية والقيامُ بوظائف الربوبية محبة وشوقاً إلى رؤيته

3). Ikhlas khawasul khawas. yaitu, melepaskan seluruh keinginan atau bagian kesenangan serta balasan dunia dan akherat, persembahan mereka semata-mata hanya untuk merealisasikan ubudiyah sekaligus melaksanakan hak dan perintah Ke-Tuhanan (Rububiyah), karena cinta dan rindu untuk melihat Allah SWT.

Dalam kitab minhajul abidin terdapat permasalahan yaitu: Banyak guru-guru mulia yang mengamalkan surat waqiah sewaktu dilanda kesulitan (ayyamul usri), mereka membaca quran yang termasuk amalan akhirat tapi dengan menghendaki harta dunia, apakah tidak termasuk riya’?

Imam ghazali menjawab bahwa tujuan mereka adalah dunia yang digunakan untuk kebaikan, mengajarkan ilmu, menolak ahli bid’ah, membela kebenaran, mengajak-ngajak manusia menuju ibadah, dan mempermudah ibadah. Ini semua adalah keinginan / tujuan yang terpuji yang tidak masuk kedalamnya sesuatu pun dari unsur riya’. Karena harta dunia (yang dicari dari surat waqiah) hakikatnya adalah berorientasi akhirat.

Hal ini berlandaskan pada hadits shahih; “innamal a’mal bin niyyaat ” yang dijabarkan dalam sebuah hadits :
 كم من عمل يتصور بصورة الدنيا فيصير من أعمال الآخرة بحسن النية, وكم من عمل يتصور بصور الآخرة فيصير من أعمال الدنيا بسوء النية

Betapa banyak amal yang berbentuk amal dunia tetapi menjadi amal akhirat karena baiknya niat dan betapa banyak amal yang berbentuk amal akhirat tetapi jadi amal dunia belaka karena jeleknya niat.

Related

tashauf. 7948689176659083541

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item