umdah

Pentingnya Teknologi Bagi Santri

Umdah-Ummat islam harus menyadari bahwa sumber teknologi yang telah di gunakan oleh manusia di belahan dunia saat ini merupakan anugrah A...


Umdah-Ummat islam harus menyadari bahwa sumber teknologi yang telah di gunakan oleh manusia di belahan dunia saat ini merupakan anugrah Allah yang patut kita syukuri. Meskipun pengembangan teknologi saat ini di dominasi dan di monitori oleh orang peradaban barat dalam satu abad terakhir, ke semuanya tersebut jelas bersumber dari Al qur’an sebagaimana yang termuat dalam surah Al Ambiya ayat 80 yang artinya “Dan telah kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu guna memelihara kamu dalam peperanganmu, maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). Dari keterangan firman Allah diatas jelas bahwa teknologi sudah di temukan pada zaman nabi-nabi terdahulu walaupun dalam bentuk dan variasi yang berbeda, tetapi jelas sumbernya telah tertera dalam kalam Allah.

Ketika Al qur’an di pelajari dan di telaah lebih mendalam oleh bangsa-bangsa barat ketimbang oleh para ahli kitabnya sendiri (orang muslim), maka di saat itulah awal mula kekalahan telak bagi umat islam untuk bersaing dalam berbagai pertahanan negara. Gambaran ironis jelas terukir dan nyata bahwa negara dan penduduk yang bermayoritas muslim terlihat sangat lemah dan terbelakang khususnya dalam bidang sains teknologi dan penerapannya jika di bandingkan dengan negara kawasan barat. Al hasil negara-negara maju terus di dominasi oleh negara-neagara yang norabennya non muslim seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Jerman dan sebagainya.

Penggunaan teknologi memang telah mendunia dan tersebar luas dalam kalangan masyarakat, mahasiswa, pengawai kantoran bahkan santri dan sebagainya. Para penikmat teknologi cenderung lebih berdampak bagi kehidupan mereka.

Dengan adanya pemanfaatan teknologi setiap pekerjaan akan terasa lebih mudah dan cepat. Akan tetapi, tidak semua pengguna teknologi akan menjerumuskan kepada dampak yang positif dalam hal penggunaanya, Bakan tidak sedikit dari kecanggihan tersebut berimbas dengan hasil negatif yang tentunya salah di gunakan oleh para user. Seandainya setiap hal yang di ciptakan akan menjurus kedua aspek posotif dan negatif dan itu tergantung dari pemanfaatannya dan penggunaannya.

Dewasa ini, pemanfaatan teknologi juga telah di aplikasikan oleh para santri untuk menunjang kebutuhannya baik dalam belajar, mengajar dan sebagai penunjang kegiatan lainnya demi kemudahan dan ketetapan guna. Pengguna teknologi oleh para santri menunjukkan sebuah revolusi tradisional agar santri bisa bersaing dan melek terhadap kecanggihan teknologi(IT)dalam persaingan dunia global.

Menarik untuk disimak bahkan kebanyakan dayah di Aceh masih kental dengan lingkungan orisinil(tulen)akan warna dan corak tradisional sehingga aroma khas kedayahan di zaman-zaman terdahulu masih bisa kita rasakan, ada sebagian oknum berpendapat bahwa dayah di prediksikan gagal bersaing dengan derasnya aliran perkembangan zaman, padahal hal tersebut bisa di katakan hipotesa semata karna banyak santri-santri dayah yang sudah di berikan training(pelatihan)bagaimana tentang penggunaan teknologi yang sedang berkembang saat ini, bahkan tak jarang santri tersebut menuai hasil, prestasi dalam pemanfaatan teknologi dan penggunaannya.

Pengenalan, pemanfaatan dan penggunaan teknologi di dayah jelas beberapa lembaga lainnya. Para santri yang berda di kelas awal cenderung tidak di perlebihkan untuk menggunakan kecanggihan teknologi karena bisa jadi tidak sinkron dalam penggunaannya. Mereka harus menunggu hingga setidaknya duduk di kelas 3 atau bahkan hingga selesai/lulus kelas teratas supaya bisa masuk dalam dunia teknologi. Hal ini jelas ergantung masing-masing dayah dalam hal menerapkan aturan tersebut. Akan tetapi, yang perlu diingat bahwa tidak semua dayah mengajari para santri menggunakan teknologi bahkan dominannya dayah di Aceh, pemanfaatan teknologi tidak masuk dalam kurikulum dayah karena peran dan fungsi dayah secara umum dapat di gambarkan sebagai tempat pembekalan ilmu agama bagi para santri melalui kitab-kitab yang telah terbingkai seperti kitab fiqih, tasawuf, tauhid, dan kitab alat lainnya.

Sangat jelas bahwa kemampuan teknologi sebenarnya tidak ada hubungan visi dan misi dayah akan tetapi kebutuhan tersebut dapat di katakan sebagai kebutuhan tersier setelah kebutuhan primer dan sekunder dan tentunya para santri bisa belajar pemanfaatan teknologi melalui lembaga-lembaga khusus.
Untuk mengarungi sulitnya tantangan zaman, para santri di Aceh disarankan agar setidaknya menguasai ilmu teknologi(IT) atau bahkan ke level yang lebih tinggi serta ikut berperan dalam memajukan Aceh ke area kejayaan seperti dahulu. Zaman tentu akan berubah, para santri harus ikut andil dan menjadi pelopor dalam bidang dan itu termasuk pemanfaatan dan kecakapan dalam bidang teknlologi.

Related

Life Style 6256107564166014867

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item