umdah

Masa Depan, Lihat lah

UMDAH.CO-Melihat masa  depan bukanlah semata angan-angan. Karna itu, beralasan kalau melihat masa depan menjadi sebab kelalaian, adalah...


UMDAH.CO-Melihat masa  depan bukanlah semata angan-angan. Karna itu, beralasan kalau melihat masa depan menjadi sebab kelalaian, adalah anggapan setengah akal.

Melihat masa depan juga bukan bermaksud melupakan hari-hari yang sedang atau telah terjadi. Hari ini atau kemarin, yang menemani dalam sejuk dan terik, dengan kenangan air mata dan garis senyum di bibir, dengan 2 hal ini, yang memaksa hati untuk mencintai apa yang telah berlalu, bagaimana pula mudah melupakannya.
Setiap kenangan ada kesan tersendiri. Ada air mata yang bercerita tentang lisan sedih. Juga ada bunga-bunga yang seolah mekar dalam hati kala gembira.

Kenangan yang bercerita tentang apa saja, meski pedih serta pahit adalah bagian dari hidup yang memiliki pengaruh. Bahkan salah satu jalan kesuksesan adalah menilik kenangan masa lalu. Baik sedih atau senang, keduanya berperan penting. Kalau sedih menciptakan air mata, maka air mata adalah alasan untuk pantang menyerah. Kalau senang kadang memberi lalai, janganlah lupa ! ada juga syukur yang terkadang datang. Pantang menyerah setelah gagal dan syukur setelah berhasil adalah 2 sayap untuk bisa terbang kemana saja. Maka memilihlah dan terbanglah !!!

Masa lalu bukanlah hanya berarti telah berlalu. Hati masih menyimpan cinta padanya. Memori akal masih merekamnya. Namun demikian, terpuruk pada masa lalu pun ada salahnya seperti putus cinta. Menangis karnanya menjadi pembeku impian kesuksesan. Aksi penyemangat perlu di tumubhkan membentuk pola baru menuju langkah baru. Hal ini akan terealisir dengan membuka dan melihat jendela masa depan.
Perhatian jiwa pada masa depan, menentukan langkah di masa sekarang. Orang tua berpeluh keringat demi anak tersayang bukanlah sikap tanpa alasan. Selain cinta yang ia punya, juga karna satu harapan “ Anakku bahagia”.

Kita semua mengiginkan masa depan yang bahagia. Tentu kebahagian tidak datang dengan sendirinya. Melainkan usaha sebagai faktor pembentuk biji-biji hingga akhirnya bernama pohon yang menjulang tinggi adalah salah satu syarat membentuk hidup yang bahagia.

Jangan menangis kalau rindu anak menyiksa ! Jangan bersedih kalau cobaan senantiasa ada ! Andai usaha hidup adalah cahaya langit, maka kita butuh rindu sebagai hujan untuk melihat plangi.
Mutiara itu indah. Dan adakah keindahannya terbentuk begitu saja ? jawabannya tidak. Puluhan tahun ia lalui, tersakiti dan tersiksa oleh tekanan kuat dari kerang. Mutiara tidak muncul tiba-tiba melainkan dengan tekanan-tekanan keras dari kerang ia terbentuk.

Mencari bahagia adalah mencari kemenangan hidup. Layaknya pertempuran, setiap menang atau kalah strategilah penentunya.

Dan strategi jitu perjalanan hidup adalah dengan menyadari bahwa kita seorang pengembara. Mereka selalu punya tujuan, yakni pulang kampung halaman. Karna itu, mereka memiliki satu ambisi “Kalau pergi umpama besi berkarat, maka ketika pulang aku besi yang telah terbentuk dan bernilai”. Tak hanya itu, mereka juga selalu punya rasa rindu, cinta, dan kasih sayang. Setiap jauh dari kekasih, bukankah membuahkan rindu ? Setiap rindu yang hadir tanpa alasan, bukankah itu cinta ? Setiap cinta yang ada, bukankah membentuk kasih sayang pada yang di cintai ?

Yah, beginilah hidup, sebagai pengembara. Dan kampung halaman adalah masa depannya. Masa depan tanpa batas waktu. Bukan uang banyak atau istri cantik. Melainkan dinding-dinding permata, jalan dari emas, mahkota dan kerajaan yang di tawarkan oleh surga. Hmm surga. Disanalah kampung halaman kita sebagai pengembara. Disanalah rindu, cinta dan kasih sayang kita tertuju.

“Lihatlah masa  depan !”

Related

Motivasi 638824693933074495

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item