umdah

Keutamaan Orang Yang Memberi Maaf

umdah.co - Sejarah menunjukkan bahwa penerimaan masyarakat terhadap agama Islam bukan karena paksaan ataupun perperangan. Kebanyakan or...


umdah.co - Sejarah menunjukkan bahwa penerimaan masyarakat terhadap agama Islam bukan karena paksaan ataupun perperangan. Kebanyakan orang simpati dan tertarik dengan Islam sebab keelokan dari pelilaku pendakwahnya yang baik dan sangat santun. Hal ini sudah sejak dulu sudah dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW; beliau sangat dikenal sebagai orang yang sangat baik akhlak dan juga perangainya.

Karena kebaikannya itu, maka Nabi SAW tidak hanya disegani mereka yang jadi kawan, akan tetapi lawan pun pada waktu itu juga menghormati dan menyanjung untuk etika beliau. Tak jarang orang orang yang membenci Nabi beralih menghormatinya dan menjadi pengikut pengikut setianya. hal Ini menunjukkan bahwa betapa mulianya akhlak dari  Nabi Muhammad SAW. Kebencian tidak pernah beliau balas dengan hal yang berbau amarah dan dendam.

Aisyah RA suatu saat pernah ditanya perihal watak pribadi Rasulullah, Aisyah pun menjelaskan:

كان أحسن الناس خلقا، لم يكن فاحشا ولا متفحشا، ولا سخابا في الأسواق، ولا يجزي بالسيئة السيئة، ولكن يعفو ويصفح

Artinya, “ Rasulullah SAW adalah orang yang sangat bagus akhlaknya: beliau tidak pernah berlaku kasar, berbuat keji, juga berteriak-teriak di pasar, dan membalas setiap kejahatan dengan kejahatan. Malahan beliau itu pemaaf dan mendamaikan,” (HR Ibnu Hibban).

Di antara sifat-sifat Rasulullah SAW ialah sangat suka memberi maaf. Beliau juga acapkali memaafkan orang yang membencinya dan juga menyakiti perasaannya. Memaafkan setiap kesalahan orang bukanlah hal yang  mudah. Pada waktu itulah keimanan seseorang diuji. Apakah dia akan memperturutkan egonya atau dia akan mengalahkan amarah pada dirinya dengan memberi maaf. Allah SWT berfirman:

فمن عفا وأصلح فأجره على الله

Artinya, “Barangsiapa dari kalian yang memaafkan dan mendamaikan maka pahalanya dari Allah SWT” (QS: Asy-Syura: 40.

Sementara dalam sebuah hadits disebutkan:

وما زاد الله عبد بعفو إلا عزا

Artinya, "Tidaklah Allah SWT menambahkan sesuatu kepada orang yang memaafkan kecuali kemuliaan,” (Al-Muwatta’ karya Imam Malik).

Memberi maaf bukan berati sipemberi maah itu adalah pengecut, sebab Allah SWT akan memuliakan orang-orang yang bersedia untuk memaafkan setiap kesalahan orang lain. Bahkan Allah SWT sudah menyiapkan banyak sekali pahala untuk orang yang memberi maaf tersebut. Pastinya, tidak akan ada kerugiaan jika  kita berbuat baik dengan memberi maaf kepada sesama. Memang pada waktu memberi maaf, amarah yang ada pada diri kita tidak terlampiaskan. Tetapi sesungguhnya pada saat demikian keislaman kita akan tampak. Andaikan Nabi SAW seorang yang pemarah dan juga pendendam, mungkin orang yang memeluk agama Islam tidak sebanyak dari sekarang ini.

Dengan kita memberi maaf, paling tidak kita telah mencoba untuk mengikuti setiap perilaku Nabi SAW. Mengikuti etika dan juga  kesopanan yang Nabi Muhammad SAW ajarkan tentu sangat  lebih utama ketimbang kita mengikuti model dari pakaian Nabi saja. Saking sangat sopan dan lembut diri Nabi SAW, sahabat beliau Al-Bara bin ‘Azib,  menggambarkan yang mana wajah Rasulullah SAW layaknya bulan, bukan seperti sebilah pedang.

Demikianlah keutamaan dari membari maaf, yang sangat banyak faedah dibelakangnya yang patut untuk setiap muslim untuk menanamkan sifat memberi maaf untuk menciptakan suasana damai dan tenteram dalam jiwa kita.Wallahu a’lam.

Related

hikmah 1592017798751741353

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item