umdah

Mencela Al-Quran? Itu Bagian dari Tanda Akhir Zaman

UMDAH.CO -Akhir-akhir ini, dunia Islam termasuk Indonesia memasuki masa yang semakin suram dan merosot yang luar biasa, terutama dalam ...

MENCELA AL-QUR’AN, BAGIAN TANDA AKHIR ZAMAN

UMDAH.CO-Akhir-akhir ini, dunia Islam termasuk Indonesia memasuki masa yang semakin suram dan merosot yang luar biasa, terutama dalam pengamalan terhadap ajaran agama. Umat Islam semakin hari semakin jauh dari kebaikan dan kemuliaan.

Berikut ini hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kondisi akhir zaman. Barangkali dapat menjadi pelajaran bagi kita.

Dari sahabat Abu Musa al-Asy’ari, radhiyallaahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُجْعَلَ كِتَابُ اللهِ عَارًا، وَيَكُونَ اْلإِسْلاَمُ غَرِيبًا، وَيَبْدُوَ السِّمَنُ مِنَ النَّاسِ، وَحَتَّى يَنْقُصَ الْعِلْمُ، وَيَهْرَمَ الزَّمَانُ، وَيَنْقُصَ عُمْرُ الْبَشَرِ، وَتَنْقُصَ السُّنُونَ وَالثَّمَرَاتُ، وَيُؤْتَمَنَ التُّهَمَاءُ، وَيُصَدَّقَ الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبَ الصَّادِقُ، وَيَكْثُرَ الْهَرَجُ، الْقَتْلُ الْقَتْلُ، وَحَتَّى تُبْنَى الْغُرَفُ فَتَطَاوَلَ، وَحَتَّى تَحْزَنَ ذَوَاتُ اْلأَطْفَالِ، وَتَفْرَحَ الْعَواقِرُ، وَيَظْهَرَ الْبَغْيُ وَالْحَسَدُ وَالشُّحُّ، وَيَغِيضَ الْعِلْمُ غَيْضًا، وَيَفِيضَ الْجَهْلُ فَيْضًا، وَيَكُونَ الْوَلَدُ غَيْظًا، وَالشِّتَاءُ قَيْظًا، وَحَتَّى يُجْهَرَ بِالْفَحْشَاءِ، وَتَزُولَ اْلأَرْضُ زَوَالاً»
Tidak akan terjadi kiamat sehingga Kitab Allah dianggap cela, zaman menjadi berdekatan, tahun-tahun kebaikan dan buah-buahan menjadi berkurang, orang yang dicurigai diberi kepercayaan, orang yang dipercaya dicurigai, orang yang dusta dibenarkan, orang yang jujur dianggap dusta, pembunuhan banyak terjadi, kamar-kamar dibangun dengan berlomba-lomba dalam ketinggian, wanita-wanita yang mempunyai anak menjadi sedih, wanita yang mandul menjadi bahagia, kejahatan, hasud dan kikir telah kuat, ilmu pengetahun benar-benar menjadi surut, kebodohan benar-benar meluap, anak menyakiti (orang tuanya), hujan terjadi luar musimnya, perbuatan keji dilakukan terang-terangan dan bumi benar-benar bergoyang.

Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Abi al-Dunya dalam al-‘Uqubat [340], al-Thabarani, Abu Nashr al-Sijzi dan Ibnu Asakir. Lihat al-Haitsami, Majma’ al-Zawaid [12437], dan al-Barzanji, al-Isya’ah li-Asyrath al-Sa’ah hlm 151. Sanad hadits ini jayyid.

Dalam hadits di atas, terdapat beberapa hal yang menjadi sorotan sebagai bagian dari tanda semakin dekatnya hari kiamat. Tanda-tanda tersebut adalah:

1) Kitab Allah dianggap cela. Anggapan cela terhadap al-Qur’an dan ilmu agama yang bersumber dari al-Qur’an, telah dilakukan oleh umat Islam sendiri. Kalau orang kafir yang mencela, sudah terjadi sejak masa awal-awal Islam. Tetapi celaan terhadap al-Qur’an ini justru datang dari kaum Muslimin sendiri.
Bahkan sejak masa orde baru, pendidikan pesantren yang hanya mengajarkan al-Qur’an dan berbagai disiplin ilmu agama yang bersumber dari al-Qur’an, tidak dianggap sebagai lembaga pendidikan yang resmi oleh negara. Ahli ilmu agama lulusan pesantren tidak dianggap orang yang berilmu. Padahal dunia pesantren sangat berperan penting dalam kemerdekaan dan berdirinya negara ini.

2) Zaman menjadi berdekatan. Zaman semakin cepat memiliki beberapa makna. Sebagian ulama mengartikan, hilangnya keberkahan waktu yang dimiliki oleh manusia, karena kesibukan mereka yang lebih fokus pada urusan duniawi. Sebagian ulama menafsirkan semakin pendeknya waktu dengan hadirnya sarana transportasi seperti mobil dan pesawat terbang yang mempercepat perjalanan seseorang.

3) Tahun-tahun kebaikan dan buah-buahan menjadi berkurang. Di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di daerah kami tinggal, produksi pertanian dan buah-buahan memang semakin menurun sejak beberapa waktu belakangan.

4) Orang yang dituduh berbuat jahat diberi kepercayaan. Hal ini memang realita di mana-mana dan tidak perlu dijelaskan. Bahkan orang yang terbukti berbuat kejahatan, semakin bagus karir jabatannya.

5) Orang yang dapat dipercaya dicurigai. Hal ini sudah maklum dan banyak terjadi.

6) Orang yang dusta dibenarkan.

7) Orang yang jujur dianggap dusta.

8) Pembunuhan banyak terjadi. Dari nomor 5 sampai 8 ini benar-benar terjadi pada masa sekarang. Bagaimana orang yang tidak bersalah dibunuh dan dikorbankan. Bahkan di dunia Islam, hampir tiap hari kita membaca berita pengeboman dan penyerangan terhadap negara-negara Muslim.

9) Kamar-kamar dibangun dengan berlomba-lomba dalam ketinggian. Hal ini terbukti dengan bermunculannya gedung-gedung pencakar langit yang berupa perhotelan dan apartemen. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa kamar-kamar hotel merupakan tempat yang aman untuk melakukan perbuatan tercela dan nista.

10) Wanita-wanita yang mempunyai anak menjadi sedih, karena telah disakiti oleh anak-anak mereka. Di sisi lain, banyak wanita yang tidak menginginkan melahirkan anak, dengan banyaknya kejahatan moral di kalangan kaum muda, sehingga tidak sedikit terjadinya pengguguran anak dan penggunaan alat kontrasepsi untuk menolak kehamilan.

11) Wanita yang mandul menjadi bahagia. Banyak wanita yang menginginkan tidak hamil, karena selain alasan karir, juga karena melakukan hubungan di luar pernikahan.

12) Kejahatan, hasud dan kikir telah muncul.

13) Ilmu pengetahun benar-benar menjadi surut. Maksudnya ilmu pengetahuan agama semakin kehilangan daya tariknya. Sehingga dewasa ini, sangat sulit mencari orang-orang yang benar-benar mengerti ilmu agama.

14) Kebodohan benar-benar meluap. Kebodohan benar-benar meluap di tengah-tengah masyarakat. Bahkan yang lebih miris, sebagian umat Islam, senang menampilkan orang-orang bodoh untuk menjadi narasumber dan penceramah acara-acara keagamaan, di televisi.

Terutama dari kalangan artis dan bintang film yang merubah haluan menjadi dai. Ini merupakan musibah yang besar bagi umat Islam. Beberapa waktu yang lalu, al-Marhum Syaikh Muhammad al-Ghazali, seorang ulama Mesir, menasehati pata alumni perguruan tinggi yang belajar ilmu umum seperti kedokteran, teknologi dan sebagainya agar tidak beralih profesi menjadi dai.

Karena tugas dakwah hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang ahli ilmu agama. Apabila orang yang tidak ahli ilmu agama, ikut mengurusi ilmu agama, maka jelas, sangat membahayakan terhadap umat Islam.

15) Anak menyakiti (orang tuanya).

16) Hujan terjadi luar musimnya. Turunnya hujan di luar musim, menyebabkan hasil pertanian dan produk buah-buahan merosot dan kurang bagus.

17) Perbuatan keji dilakukan terang-terangan. Tidak sedikit kasus-kasus perbuatan nista dan hina yang dilakukan beramai-ramai dan direkam oleh kawan mereka.

18) Bumi benar-benar bergoyang, dengan banyaknya terjadi gempa dan tanah longsor. Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat bagi kita, amin.

Related

Tauhid 6142214327348646851

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

populer

Arsip

Feature post

Ngaji Kitab Fathul Mu'in Edisi 02

بسم الله الرحمن الرحيم قال المصنف ونفعنا بعلومه وبعلومكم آمين 📚 Edisi 2 Ngaji Kitab Fathul Mu'in Bab Shalat.  (ص)، وفرضت لي...

Ngaji

item